5 Pelajaran Kasus Ebola di Amerika Serikat

0

Ada 5 hal yang bisa kita pelajari dari kasus Ebola pertama di Amerika Serikat, yang 30 September kemarin dilaporkan Kemenkes USA :

1. Pasien baru sakit beberapa hari ( 5 hari) setelah mendarat di Amerika (Dallas – Texas) sepulangnya dari Liberia

2. Orang bisa saja masih sehat ketika naik pesawat di negara terjangkit, dan tidak terdeteksi sakit ketika mendarat di bandara negara tujuan, karena masa inkubasi bisa sampai 21 hari

3. Kalau ada seseorang dengan gejala demam, nyeri otot, mual, apalagi perdarahan, maka harus ditanyakan riwayat perjalanannya dalam 3 minggu terakhir, apakah ada ke negara2 terjangkit di Afrika Barat

4. Kewaspadaan dan alertness petugas kesehatan terhadap ebola menjadi amat perlu di kedepankan

5. Ebola memang dapat menyebar dari Afrika Barat ke negara2 lain di dunia, yang punya hubungan penerbangan dengan negara terjangkit Ebola.

Sesudah 6 bulan Ebola dinyatakan WHO sebagai wabah kesehatn di Afrika Barat, maka ada 9 analisa ilmiah yang bisa dipakai baik untuk penanganan Ebola di dunia, dan juga pengetahuan Kesehatan Masyarakat yang jugaa bermanfaat untuk Indonesia.

Sembilan hal itu adalah :

1. Kasus pertama Ebola di Guinea ternyata sampai 3 bulan baru terdeteksi sebagai kasus awal Ebola. Kalau terdeteksi dan ditangani sejak Desember 2013 (kasus anak 2 tahun dan keluarganya itu), maka mungkin Ebola tidak jadi masalah dunia spt sekarang ini. Artinya, kalau ada kasus awal suatu penyakit menular berpotensi wabah, segeralah diatasi maksimal agar wabah tidak meluas.

2. Di Liberia
Dampak Ebola bukan hanya kesehatan, tapi juga psikologis daan tekanan lainnya. Masalah wabah penyakit memang bukan hanya kesehaatan, tapi juga pssikologis, ekonomis, sosial dan politis.

3. Di Sierra Leone ada seorang dukun / pengobat tradisional yang meninggal karena Ebola. Pada proses pemakamannya banyak sekali yang hadir, dan ternyata terjadi penularan pada lebih dari 30 kasus Ebola dari proses pemakaman itu. Artinya, penularan Ebola memang cukup luas, khususnya bila ada cairan tubuh terinfeksi (bahkan dari jenazah sekalipun) dan upaya pencegahan penularan harusnya jadi perhatian utama

4. Nigeria and Senegal berhasil menangaani wabah Ebola mereka. Situasi mereka kini stabil, dan sebentar lagi ke dua negara ini dapat dideklarasikaan “all clear”. Ini menunjukkan, bahwa wabah Ebola dapat diatasi kalau ditangani dengan baik.
5. Di negara Democratic Republic of Congo timbul wabah Ebola “klasik”, tidak berhubungan dengan kasus-kasus di Afrika Barat. Konggo sudah tujuh kali mengalami wabah Ebola . Wabah kali ini bermula dari seorang Ibu tertular dari daging binatang yang dibawa pulang suaminya. Artinya, penyuluhan kesehatan ke masyarakat harus terus menerus dilakukan (walaupun wabah sudah berlalu seperti 6 wabah terdahulu di Konggo ini) agar perilaku masyarakat dapat berubah menjadi perilaku sehat.

6. Wabah Ebola kali ini berkembang amat pesat, antara lain juga karena baru pertama kali wabah Ebola Afrika melanda kota besar dan daerah slum perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan penyakit menular yang berdampak luas di masyarakat di daerah perkotaan memang memerlukan pendekatan khusus, yang mungkin berbeda dengan penananganan di daerah lain secara umumnya

7. Salah satu pelajaran penting dari terus meluasnya Ebola di 3 negara awal wabah (Guinea, Liberia dan Sierra Leonne) adalah kenyataan bahwa buruknya sistem kesehatan secara umum akan membuat penyebaran penyakit jadi tidak terkendali. Karena itu, “health system strenthening” atau penguatan sistem kesehatan merupakan kegiatan utama pembangunan kesehatan di setiap negara.

8. Dalam abad ini sudah ada setidaknya empat kali wabah penyakit yang besar, dan meresahkan dunia. Kuman, virus, parasit dan penyebab penyakit lainnya juga mungkin terus bermutasi, berevolusi dan berubah. Pola kehidupan juga terus berkembang, yang bisa memicu hal yang tidak sehat. Bukan tidak mungkin di masa datang akan ada wabah kembali, dan semua kita harus siap mengantisipasinya

9. Analisa ke sembilan, adalah apakah Ebola di Afrika Barat ini akan berkembang lebih buruk, lebih luas dan lebih mematikan? Tentu kita tidak ingin ini terjadi, dan karena itu perlu upaya penangulangan yang baik kuat. Untuk pengendalian penyakit menular dibutuhkan :
– pimpinan yang menguasai masalah
– program penanggulangan penyakit yang berbasis bukti
– petugas yang bertanggung jawab
– sistem kesehatan yang tertata baik

Prof Tjandra Yoga Aditama

#Ebola #ProfChandraYoga #BalitbangKemenkes

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan