Layanan Gawat Darurat Berbasis IT

0

Bangka adalah salah satu kabupaten yang ada di provinsi Bangka Belitung dengan jumlah penduduk 311.085 jiwa. Roda perekonomian di daerah ini bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan. Kabupaten Bangka memiliki 12 unit Puskesmas, 1 unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 2 unit rumah sakit swasta yang tersebar di daerah pesisir, perbukitan, dan daerah aliran sungai. Angka kejadian kegawatdaruratan sehari-hari dan kasus penyakit tidak menular tinggi. Sistem penanganan pertama pada kecelakaan, penanggulangan gawat darurat medis pra rumah sakit, dan layanan transportasi standar gawat darurat ibu hamil dan masyarakat miskin ke fasilitas kesehatan terdekat belum tersedia.
Kabupaten Bangka menerapkan inovasi Pelayanan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) terdiri dari layanan informasi kesehatan, dukungan ambulans, fasilitas gawat darurat lengkap, dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi masalah kegawatdaruratan agar masyarakat bisa melakukan tindakan pertolongan pertama jika terjadi kegawatdaruratan di rumah dan lingkungan- nya sangat menolong. Masyarakat mendapat layanan informasi ketersediaan fasilitas tempat tidur di rumah sakit melalui aplikasi android.

Informasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan dan program SPGDT disebarluaskan. Layanan SPGDT tidak dikenakan biaya. Berbagai jenis fasilitas disediakan seperti mobil ambulans, layanan rujukan rumah sakit, layanan konsultasi Be Smart Family, layanan ketersediaan fasilitas rumah sakit, dan aplikasi android.
Sebelum inovasi, masyarakat menghadapi masalah kegawatdaruratan. Setelah inovasi, tersedia alternatif penyediaan ambulans dan fasilitas gawat darurat sehingga mengurangi risiko kecacatan dan kematian pasien.
Beberapa peraturan diterbitkan oleh berbagai instansi yang berkepentingan. Kualitas layanan kegawatdaruratan pra rumah sakit dan layanan di UGD rumah sakit meningkat secara signifikan.
Kasus kegawatdaruratan ditangani dengan baik berkat sistem penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan dan sistem penanggulangan kegawatdaruratan. Transportasi ibu hamil ke layanan kesehatan terdekat tersedia. Forum kegawatdaruratan menjadi sarana tukar menukar informasi. Angka risiko kecacatan dan kematian menurun. Aplikasi android digunakan dalam berkomunikasi.

Komitmen dan partisipasi publik, sosialisasi berkesinambungan, koordinasi dan sinergi antarpe- mangku kepentingan, dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang kegawatdaruratan merupakan kunci keberhasilan inovasi ini.

Sumber: sinovik.menpan.go.id
Gambar: rri.co.id

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan