Tim dan Bantuan Kesehatan Telah Tiba di Gunung Sinabung

0

Kementerian Kesehatan sampai hari ini telah mengirimkan 10 orang tim kesehatan untuk membantu tim daerah dalam mengatasi permasalahan kesehatan akibat meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tim terdiri dari perwakilan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK), Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Binfar dan Alkes), Direktorat Gizi, Direktorat Kesehatan Komunitas dan Ditjen Bina Pelayanan Medik. Sementara Tim BTKL Medan telah melakukan pemantauan kualitas udara.

Bantuan lain berupa 50.000 masker dan 22 koli obat terutama untuk ISPA dan obat mata, 4 ton MP-ASI, serta logistik penyehatan lingkungan.

Bantuan juga datang diberikan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan PPK Regional Medan berupa 12.000 masker, 100 kotak MP ASI, obat tetes mata dan ISPA. Selain itu juga mengirimkan tim kesehatan terdiri dari 2 dokter, 1 perawat dan 3 tenaga umum) untuk melakukan Rapid Health Assessment. Mendirikan Pos Kesehatan di 2 Puskesmas dan setiap tempat pengungsian dilengkapi 1 dokter dan 2 perawat.

RSUP Adam Malik juga mengirimkan tim kesehatan terdiri dari 2 dokter, 4 perawat, dan 2 sopir.
Sementara Dinkes Kabupaten Karo telah menyiagakan 30 dokter, 32 perawat, 6 Puskesmas dan 25 unit ambulans.

Posko PPK mencatat sampai 29 Agustus 2.477 pasien berobat ke Pos Kesehatan, 1 orang dirujuk ke RS Kabanjahe dan 27.272 orang mengungsi di 19 titik pengungsian di 6 kecamatan di Kab. Karo dan 1 kecamatan di Kab. Langkat.

Menurut Dirjen P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, debu dan asap Gunung Sinabung adalah debu silika, belerang, particullate matter dan bahan lain yang memang biasa keluar pada suatu letusan gunung berapi. Dampak langsung pada kesehatan dapat mengenai paru dan saluran napas, sereta iritasi dan infeksi pada permukaan kulit dan mata.

Sementara dampak tidak langsung dapat mengenai saluran cerna serta penurunan daya tahan tubuh dan kerentanan untuk jatuh sakit. Hal ini disebabkan polutas yang dikeluarkan gunung berapi dapat mengkontaminasi sumur minum penduduk atau sumber makanan penduduk.

Untuk menghindari dampak negatif akibat debu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker bila keluar rumah dan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan