Penderita Hepatitis Harus Disiplin Minum Obat

0

Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Seminar Hepatitis di Kantor Kemkes, Jakarta (28/07). Acara yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH dihadiri para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemkes, Kemdagri, Kemhub, Kemnakertrans, Kembudpar, Kemdiknas, Kemenag, serta Kementerian PP & PA, Deputi perwakilan Menkokesra, Duta Besar Makarim Wibisono, perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia, akademisi penggiat Hepatitis, organisasi profesi, dan lembaga swadaya masyarakat.

Menkes menghimbau kepada masyarakat, khususnya penderita hepatitis agar disiplin menjaga dan meningkatkan kesehatannya. Pada sesi pembukaan, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero, Dahlan Iskan, menceritakan pengalamannya sebagai penderita hepatitis kronis dan upaya yang dilakukan pasca menjalani proses transplantasi hati pada tahun 2009.

”Hingga saat ini, saya tetap disiplin untuk minum obat dua kali sehari, pukul 5 pagi dan 5 sore. Tidak makan dan minum apapun, kecuali air putih, selama dua jam sebelum dan 1 jam setelah minum obat. Selain itu, saya juga melakukan pemeriksaan darah (HbsAg) setiap dua hari sekali dan imunisasi setiap sepuluh hari sekali untuk menjaga kekebalan” jelasnya.

Menurut Dahlan, sekarang ini obat untuk hepatitis C baru saja diusulkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun, obat tersebut tidak terjangkau oleh sebagian besar penderita hepatitis C, karena harganya yang mahal berkisar antara Rp 120.000,- per pil (6 pil untuk setiap kali minum). Oleh karena itu, program imunisasi menjadi satu-satunya cara yang ampuh dan murah, untuk menghindarkan risiko terinfeksi virus Hepatitis.

”Minum obat seumur hidup menjadi sebuah konsekuensi yang harus dihadapi, kuncinya hanya kedisiplinan dalam pengobatan. Bersyukurlah bila seseorang tidak terinfeksi hepatitis. Karena itu, lindungi diri juga anak-anak kita. Tidak ada cara lain, kecuali lahir langsung divaksinasi”, tegasnya.

Sekitar 300 peserta dari berbagai instansi mengikuti seminar dengan materi Pengendalian Hepatitis di Indonesia oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, dan Mencegah penularan Hepatitis oleh Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FACP.

Seminar ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Pokja Hepatitis, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), World Health Organization (WHO), Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perusahaan farmasi dan laboratorium klinik swasta, serta lembaga swadaya masyarakat seperti Aliansi Masyarakat Peduli Hepatitis (AMPUH) dan Jaringan Orang Terinfeksi HIV (JOTHI).

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan