Indonesia Sambut Bulan Sanitasi

1

Sedikitnya 1000 pesepeda dari komunitas gowes, pejabat Kemenkes dan kemitraan menggelar acara gowes bersama, di Senayan, Jakarta (9/10). Selain itu dilakukan kegiatan cuci tangan bersama 500 anak secara serentak. Turut serta dalam acara ini Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K), MARS.

Acara ini digelar sebagai kampanye untuk menyambut bulan sanitasi dunia, Oktober ini. Tujuan kampanye adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perilaku cuci tangan yang benar sekaligus menggaungkan Kemitraan Pemerintah Swasta untuk akselarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), melalui Rakornas STBM dan Perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS).

Peringatan HCTPS Sedunia tahun 2011 mengusung tema global ”Cuci Tangan: 
Upaya Promotif dan Preventif Terpadu, Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak”.

Cuci Tangan Pakai Sabun, adalah prilaku sederhana yang paling mudah dan murah untuk dilakukan, namun faktanya hal ini seringkali tidak dilakukan, padahal perilaku ini berdampak besar untuk menghindari berbagai penyakit.

Riskesdas Tahun 2007 menunjukkan penyebab kematian bayi umur 29 hari sampai 11 bulan terbanyak (55,2%) disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan intervensi lingkungan dan perilaku, yaitu diare (31,4%) dan pneumonia (23,8%). Demikian pula proporsi penyebab kematian pada anak umur 4 – 11 tahun yaitu diare (25,4%) dan pneumonia (15,5%).

Sementara itu, dalam sambutannya Prof. Tjandra Yoga menyampaikan kegiatan bersepeda merupakan kegiatan yang santai, murah dan mengasyikkan tapi berdampak luar biasa untuk semua lapisan masyarakat.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan bersepeda diantaranya bisa menghilangkan stress. Secara fisik membuat lebih kuat (mengurangi sakit punggung, persambungan lutut, jantung dan system cardiovascular). Membuat badan lebih sehat. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (melawan flu dan demam, melindungi dari virus dan bakteri). Menumbuhkan kesadaran berolahraga untuk menjaga kesehatan serta membudayakan kegiatan yang ramah lingkungan (mengurangi polusi udara).

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

1 Komentar

  1. MUHAMAD FARID di

    AKSES TERHADAP SARANA CTPS, KETERSEDIAN SABUN DAN AIR DI TINGKAT INSTITUSI DAN DI TINGKAT MASYARAKAT MEBUAT PRILAKU CTPS INI MASIH BELUM DILAKSANAKAN SECARA RUTIN OLEH MASYARAKAT, DISAMPING PENGETAHUAN AKAN MANFAAT CTPS INI BELUM SEPENUHNYA DISADARI.SARAN : KEDEPAN KAMPANYE AKAN MANFAAT CTPS TERUS DILAKUKAN DIIKUTI PENYEDIAAN SARANA UNTUK KEGIATAN CTPS ITU DI TINGKATKAN KHUSUSNYA DI INSTITUSI PENDIDIKAN SEHINGGA KEDEPAN TUMBUH GENERASI SEHAT DAN CERDAS DAN BERPHBS

Tinggalkan Balasan