Kegiatan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Indonesia Sepanjang 2011

0

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, menyampaikan Kegiatan Internasional di bidang P2PL telah dilaksanakan di Indonesia sepanjang 2011.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi: Pelaksanaan Regional Meeting On Health and Development Challenges Of Non Communicable Disease (NCD), pada 1-4 Maret 2011di Jakarta, menghasilkan “Jakarta Call For Action on Prevention NCD”; Penyelenggaraan Official Launch Asean Dengue Day, pada 15 Juni 2011, melalui kegiatan seminar internasional atau konferensi yang dihadiri oleh 220 orang dari 11 negara ASEAN; dan pelaksanaan Workshop Regional Knowledge Exchange Visits on Scaling up Sanitation In East Asia tanggal 17-24 September 2011 di Surakarta, Jawa Tengah, diikuti 65 peserta perwakilan dari 7 negara (Kamboja, Laos, Filipina, Vietnam, Papua Nugini, Timor Leste, dan Indonesia).

Selanjutnya, Prof.dr. Tjandra juga menyebutkan, bahwa Kementerian kesehatan juga telah melakukan pengiriman tim dan bantuan kesehatan ke Lahore, Pakistan untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD), pada 30 September sampai dengan12 Oktober 2011.

Di samping itu, telah diselenggarakan pula, Konferensi ilmiah Bi-regional Training Programs in Epidemiology and Public Health Interventions Network (TEPHINET), pada 8-11 November 2011 di Bali, yang diiikuti oleh 679 peserta dari 33 negara dengan 383 abstrak; ASEAN Task Force on AIDS (ATFOA) pada 21 November 2011 di Bandung yang dihadiri oleh perwakilan 10 Negara ASEAN; serta International Symposium “Getting to Zero New HIV Infection, Zero Discrimination and Zero AIDS Related Death in ASEAN” , dihadiri 175 peserta dari 10 negara ASEAN plus peserta dari Australia, India, Hongkong, China, Korea dan Jepang.

Selain itu, telah dilaksanakan studi banding Imunisasi dari negara lain yaitu Myanmar dan Timor Leste, ke Indonesia. Serta, pada 22 September 2011, WHO menyatakan bahwa 3 wilayah di Indonesia, meliputi wilayah Sulawesi, Kalimantan, NTB dan NTT, telah berhasil mengeliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal. Total sekitar 2/3 wilayah Indonesia telah dinyatakan Maternal Neonatal Tetanus Elimination (MNTE) oleh WHO.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 021-500567, atau e-mail info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan