Program utama Center of Disease Control Amerika Serikat

0

Pada Kamis (22/03) kemarin, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama  SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE beserta rombongan mengunjungi Center of Diseases Control (CDC) dan Emergency Operations Center (EOC) di Amerika Serikat.

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyatakan terdapat 2 hal penting dalam kunjungan tersebut yaitu jika masing-masing program di CDC terdapat masalah yang meluas (misal: unit influenza ketika pandemic H1N1 datang), maka unit tersebut dapat membawa masalahnya ke EOC agar dapat ditangani secara terpadu dan menyeluruh, serta penyediaan ruang operasi dengan layar lebar dan puluhan computer di EOC yang secara real time berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan di Amerika dan di Dunia.

“Salah satu aktifitas internasional dari CDC Amerika Serikat adalah berdirinya Center of Global Health di Amerika Serikat” kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

Menurut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, saat ini ada 5 program utama dari CDC yaitu di bidang: HIV AIDS, Malaria, Imunisasi, Surveilains dan Emerging Infectious Diseases, Health System Strengthening (HSS).

Dalam kunjungannya, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama melakukan pertemuan dengan Direktur Center of Global Health CDC, Dr. Kevin De Cock yang mempunyai sekitar 1800 staf. Dimana, 300 orang diantaranya ditempatkan di 55 negara di luar Amerika Serikat.

Setelah melakukan pertemuan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama beserta rombongan mengunjungi Insektarotorium CDC yang memiliki 17 spesies dan 54 strain/galur nyamuk malaria. Di dalam Insektarotorium CDC terdapat ruangan untuk memelihara nyamuk dengan kelambu kecil dan ruangan dengan tenda-tenda yang menyerupai alam terbuka tempat tinggal nyamuk.

“Semua ruangan selalu dijaga suhu dan kelembabannya agar nyamuk dapat hidup nyaman” kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama juga mengadakan diskusi dengan beberapa staff yang menangani penyakit bersumber binatang. Dimana pada  diskusi tersebut membahas tentang masalah penyakit bersumber binatang di CDC antara lain: West nile virus, Lyme disease, Tick borne diseases, Hanta virus.

Sementara itu, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menambahkan, dalam 70 tahun terakhir di negara bagian Florida, kejadian luar biasa (KLB) Dengue di 2010 merupakan yang pertama dan pada 2010 KLB Dengue juga terjadi di Hawaii setelah 10 tahun sebelumnya terkendali dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama  dan rombongan juga melakukan diskusi dengan Office  of Smoking & Health CDC yang membahas beberapa data tentang kebiasaan merokok di Amerika Serikat antara lain: 443.000 kematian dalam setahun yg berhubungan dengan kebiasaan merokok, biaya kesehatan akibat rokok mencapai 96 milyar US dollar dalam setahun, karena kebiasaan merokok penduduk kehilangan produktifitas senilai 97 milyar US $ loss product dalam setahun dan tentang prevalensi perokok yang pada awalnya terjadi penurunan tajam akan tetapi belakangan terjadi penurunan yang lebih landai.

 

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyatakan, pada tahun 1965 sekitar 40% penduduk Amerika Serikat merokok, tahun 1995 sekitar 24,7% penduduk Amerika Serikat merokok, tahun 2009 terdapat 45.3 juta perokok dan pada tahun 2010 sekitar 19,3%, penduduk merokok yang diantaranya 21,5% Laki-laki dan 17,3% Perempuan di Amerika Serikat adalah perokok aktif. Menurut pendapatan distribusi perokok, diketemukan 28,9% penduduk dibawah garis kemiskinan dan 18,3% penduduk diatas garis kemiskinan.

“Lebih dari 3000 anak dengan usia dibawah 18 tahun mulai merokok setiap hari” ujar Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

Lebih lanjut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyatakan pertemuan dengan CDC diakhiri dengan diskusi tentang program nasional registrasi kanker yang membicarakan tentang negara bagian membuat aturan bahwa kanker harus dilaporkan dan dibuat format data standard yang dimulai sejak 1992.

“Data registrasi kanker akan didapat dari Rumah Sakit, Klinik, Laboratorium dan link dari data lain seperti: asuransi dan data sebab kematian” kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

“Data registrasi kanker akan dilaporkan setiap tahun dengan akurasi 90%, dan laporan kumulatif 2 tahunan yang akurasinya lebih lengkap yaitu lebih dari 95%” imbuh  Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama.

Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyatakan di Amerika Serikat terdapat 1,4 juta penderita kanker yang di diagnosis dalam setahun. Di negara ini juga terdapat Commision on Cancer yang memberikan semacam akreditasi bagi rumah sakit untuk memberi pelayanan kanker di rumah sakit.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) 021-500567 dan 081281562620, atau alamat e-mail info@depkes.go.id dan kontak@depkes.go.id

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan