Perilaku Caring Budaya Perawat Indonesia

0

Pemerintah Indonesia menandatangani Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Nursing Services di Busan, Philipina pada tahun 2006. Hal ini mengindikasikan adanya tuntutan kesejajaran mutu pelayanan keperawatan di Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya. Tuntutan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan yang berkualitas merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS saat membuka acara Silaturahmi Akbar Perawat Indonesia di Lapangan IKADA Monumen Nasional, Jakarta (13/5/12). Mengawali kegiatan ini, Direktur Bina Keperawatan dan Keteknisian Medik, Suhartati, S.Kp, M.Kes menyampaikan laporan kegiatan kegiatan.

Menurut dr. Supriyatoro, acara Silaturahmi Akbar Perawat Indonesia bisa dijadikan sebagai momen bagi para Perawat Indonesia untuk sharing pengalaman dan menyatukan potensi dalam rangka melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas di bidang pelayanan keperawatan. Pertemuan ini juga dapat memupuk rasa kolegialitas sesama perawat sehingga kerjasama meningkatkan perkembangan dunia keperawatan termasuk mewujudkan pelayanan keperawatan yang prima dapat terwujud.

”Pelayanan keperawatan prima harus diwujudkan untuk mendukung tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas”, ujar dr. Supriyantoro.

Dalam sambutannya, dr. Supriyantoro menyebutkan, Deklarasi Perawat Indonesia pada Jumat (11/5/12) lalu menyatakan bahwa perilaku caring sebagai kunci dalam meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan keperawatan yang prima.

“Keberhasilan suatu upaya dan program pelayanan keperawatan sangat tergantung dari motivasi, komitmen dan potensi seluruh warga perawat Indonesia. Jangan lupa mereevaluasi apakah yang telah kita lakukan sesuai dengan apa yang kita impikan, dan ditindaklanjuti agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya”, tandas dr. Supriyantoro.

Silaturahmi Akbar diawali upacara pembukaan silaturahmi akbar, dilanjutkan dengan senam bersama dan hiburan, serta pelayanan keperawatan di pos keperawatan. Sekitar 2796 orang hadir dalam kegiatan ini. Para peserta merupakan para Pejabat struktural beserta staf di lingkungan Kemenkes; perwakilan perawat di institusi pendidikan, Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di wilayah provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Dewi Irawaty, MA, PhD; para pimpinan RS; dan perwakilan organisasi masyarakat yang berhubungan dengan bidang keperawatan.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Perawat Sedunia (HPS)dengan tema “Closing the Gap: From Evidence to Nursing Action to Achieve Quality of Nursing Service” yang jatuh pada 12 Mei 2012. Rangkaian peringatan HPS telah didahului dengan workshop keperawatan yang dilaksanakan Jumat lalu, tanggal 11 Mei 2012 di Kantor Kementerian Kesehatan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): 500-567 dan 081281562620 (sms), atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan