Kerjasama Internasional Diperlukan dalam Penanggulangan Penyakit Infeksi

0

Pada Senin (28/05), Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kemenkes, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE membuka seminar International Collaborative Programs to Synergize against theTropical Infectious Diseases yang diselenggarakan dalam rangka soft opening Rumah Sakit Penyakit Tropik Infeksi (RSPTI) di kampus Universitas Airlangga, Surabaya.

Dalam sambutannya, Prof. dr. Tjandra menyampaikan penyakit infeksi terbagi menjadi 3 kelompok yaitu penyakit infeksi yang biasa dijumpai (Tuberkulosis, Malaria, Diare, ISPA) , Neglected Tropical Diseases (NTD), dan penyakit baru yang muncul atau kembali muncul (H1N1 baru, Flu Burung/H5N1).

“Setidaknya Penyakit NTD di Indonesia ada 5 yaitu: kusta, filariasis/kaki gajah, kecacingan pada anak, frambusia/patek dan schistosomiasis”, kata Prof. dr. Tjandra.

Pada kesempatan tersebut Prof. dr. Tjandra juga menyampaikan bahwa Kemenkes menyambut baik acara seminar tersebut karena kegiatan riset akan dapat menghasilkan program penanggulangan penyakit yang mempunyai evidence based knowledge.

“Kerjasama internasional sangat diperlukan dalam penanggulangan penyakit infeksi. Hal ini dikarenakan bahwa penyakit infeksi dapat menular antar negara tanpa batas (borderless), surveilans internasional memang diperlukan dan kerjasama penelitian internasional dapat saling mengisi kebutuhan satu negara dengan negara lainnya”, ujar Prof. dr. Tjandra.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau alamat e-mail kontak@depkes.go.id

Bagikan.

Tentang Penulis

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik, pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga.

Tinggalkan Balasan