KEGIATAN Menkes RI di Sela-sela Agenda Ministerial Action Meeting pada Konferensi “Malaria 2012: Saving Lives in the Asia Pacific” di Australia

0

Konferensi “Malaria 2012: Saving Lives in the Asia Pacific” dilaksanakan di Sydney, Australia pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2012. Konferensi ini diikuti oleh berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk seluruh negara ASEAN, Selandia Baru, Sri Langka, Bhutan dan negara-negara di luar kawasan seperti Amerika Serikat, Inggris dan Ethiopia. Turut hadir pula lembaga Donor dan organisasi non pemerintah. Delegasi Indonesia hadir dalam sesi Ministerial Action Meeting dan dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, didampingi Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE; Duta Besar RI di Canberra, dan pejabat Kemenkes RI.

Di sela-sela agenda Ministerial Action Meeting pada Konferensi “Malaria 2012: Saving Lives in the Asia Pacific”, Menkes RI melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan dari berbagai negara.

 

Pertemuan Bilateral dengan Executive Director Roll Back Malaria (RBM)

Dalam pertemuan dengan Director Roll Back (RBM), Dr. Fatoumata Nafo-Traoré, pada Kamis (1/11), Menkes menyampaikan terima kasih atas dukungan RBM kepada program eliminasi malaria di Indonesia. Menkes juga menyambut baik penyelenggaraan Board Meeting RBM di Senegal pada Desember 2012 mendatang.

Sementara itu, Dr. Fatoumata, mengharapkan Indonesia yang saat ini merupakan alternate board RBM, semakin meningkatkan kepemimpinannya dalam menghadapi tantangan drug resistant dan upaya penemuan serta penelitian vaksin malaria.

 

Pertemuan dengan courtessy United Nation Special Envoy for Malaria

Menkes RI juga menerima courtessy United Nation (UN) Special Envoy for Malaria, Mr. Ray Chambers, yang juga merupakan co-Chair pada sesi Ministerial Action Meeting. Menurut Mr. Ray Chambers, isu malaria mengalami kendala dalam pendanaan sehingga untuk mengatasinya diperlukan dukungan dan kerjasama, Collaborative Global Funding for Malaria, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara G20. Menkes RI menyambut baik usulan ini khususnya dalam pendanaan untuk Sustainable Development Goals setelah Millenium Development Goals (MDGs) 2015. Menkes RI juga menyampaikan perkembangan program Malaria di Indonesia serta kendala yang dihadapi.

 

Pertemuan dengan Menteri Kesehatan Australia

Pada Jumat (2/11), Menkes RI melakukan pertemuan bilateral dengan Menkes Australia, the Hon Tanya Plibersek MP. Topik bahasan yang mengemuka antara lain tentang HIV/AIDS, Harm Reduction, Kondom, Tobacco Free dan Universal Health Coverage. Menkes RI menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Australia dalam program pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya untuk bidang HIV/AIDS, kesehatan Ibu dan Anak serta Health System Strengthening yang beberapa waktu lalu diumumkan peluncurannya oleh Perdana Menteri Australia, Julia Gillard di Bali (16/8).

 

Pertemuan Bilateral dengan Gubernur Negara Bagian New South Wales

Menkes RI melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Negara Bagian New South Wales, Prof. Marie Bashir, yang merupakan seorang dokter dan peneliti. Prof. Marie Bashir menyampaikan bahwa penyakit Malaria telah menjadi ancaman yang serius bagi Australia terutama diakibatkan dengan perubahan iklim global. Prof. Marie juga menyatakan minatnya untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam penelitian kesehatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sydney University. Menkes RI menyambut baik rencana kerjasama dan mengharapkan adanya peningkatan kerjasama diantara kedua pihak.

 

Pertemuan Bilateral dengan Direktur Jenderal AusAID

Menkes RI melakukan pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal AusAID, Mr. Peter Baxter. AusAID berkeinginan untuk mendapatkan dukungan dari Indonesia terhadap Sydney Concensus. Menkes RI dalam tanggapannya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan AusAID selama ini terhadap program pembangunan kesehatan di Indonesia dan berharap dukungan dapat lebih ditingkatkan berdasar prinsip kesetaraan, manfaat bersama dan kemandirian. Menkes RI mendukung Sydney Concensus dan menekankan isu kekebalan obat yang harus diatasi bersama.

Di samping itu, Menkes RI dengan Menlu Australia, Senator the Hon Bob Carr dan didampingi Dubes RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau e-mail kontak@depkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan