Realisasi Program Badan PPSDM Kesehatan

0

Kepala Pusat Standarisasi, Sertifikasi dan Pendidikan Berkelanjutan Sumber Daya Manusia/SDM Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, pada acara temu media di Lingkungan Kemenkes RI (20/11), menyampaikan Progress Kinerja PPSDM Kesehatan diantaranya mengenai penyelenggaraan tugas belajar Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) dan tugas belajar reguler, Program Internship Dokter Indonesia (PIDI), pengembangan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ), pelatihan jaminan kesehatan, dan pelatihan kepemimpinan sebagai implementasi dari Permenkes 971 tahun 2009 tentang Standar Kompetensi Pejabat Struktural Keseahatan.

 

Rekapitulasi peserta tugas belajar mengalami peningkatan dari 719 peserta pada tahun 2008 menjadi 5268 pada tahun 2012. Sementara itu data peserta tugas belajar SDM kesehatan dari 33 Provinsi sebanyak 1 orang pada tahun 2008, dan 2766 orang pada tahun 2012.

 

Sementara itu jumlah peserta PPDS/PPDGS dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 seluruhnya berjumlah 4746 orang, dengan rincian 700 orang tahun 2008, 1179 tahun 2009, 1048 tahun 2010, 789 tahun 2011, 595 tahun 2012, dan 435 tahun 2013.

 

Total Data peserta tugas belajar SDM Kesehatan tahun 2008-2012 per provinsi sebanyak 2766, dengan rincian S3 berjumlah 1 orang, S2 berjumlah 730 orang, S1 berjumlah 237 orang, D-IV berjumlah 1798 orang.

 

Program Internship Dokter Indonesia (PIDI). PIDI merupakan upaya dalam rangka meningkatkan mutu dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia dan merupakan upaya Penyetaraan standar pendidikan dokter Indonesia sesuai acuan “World Federation Medical Education”.

 

Undang-undang No. 20/2013 tentang Pendidikan dokter, pasal 7 ayat (7) penjelasan: Internship adalah pemahiran dan pemandirian dokter yang merupakan bagian dari program penempatan wajib sementara paling lama 1 (satu) tahun.

 

Data internship tahun 2010 sampai dengan Agustus 2013 dengan peserta sekitar 9275 tahun 2010-2013, peserta selesai Internsip sebanyak 4501, peserta sedang Internship sebanyak 4774, Jumlah wahana yaitu 1027 (RS :429 dan Puskesmas:598), dokter pendamping sebanyak 1508, jumlah Fakultas Kedokteran 39, Jumlah Propinsi yang di gunakan Internship 26, Jumlah Propinsi yang siap menerima PIDI 28.

 

Peserta program internship sejak tahun 2010 sampai tahun 2014. Tahun 2010 dokter peserta PIDI berjumlah 401(0 lama, 401 baru), tahun 2011 berjumlah 1542 (401 Lama, 1141 Baru), tahun 2012 berjumlah 4794 (1141 lama, 3655 baru), tahun 2013 berjumlah 8657 (3653 Lama, 5004 Baru), tahun 2014 berjumlah 11078 (5004 Lama, 6074 Baru).

 

Pengembangan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) telah dilaksanakan yaitu pelatihan Ahli Epidemiologi Lapangan, web based, aplikasi secara aktif, materi dapat didownload, tutorial 1 kali  dan ujian.Pelatihan Jaminan Kesehatan, pengelolaan kepesertaan menyeluruh jaminan kesehatan (universal coverage) dilaksanakan secara optimal dalam menyongsong JKN yang akan dimulai 1 Januari 2014, maka perlu disiapkan SDM yang profesional. Untuk itu  perlu dilakukan Pelatihan Jaminan Kesehatan, dengan sasarannya yaitu petugas kesehatan puskesmas dan RS.

 

Sebaran pelatihan teknis bagi aparatur tahun 2010-2013. pelatihan TKHI sebanyak 1457 orang pada tahun 2010, 679 orang pada tahun 2011, 585 orang pada tahun 2012, dan 1456 orang pada tahun 2013. pelatihan PPIH sebanyak 305 orang tahun 2010, 304 tahun 2011, 295 orang tahun 2012, dan 1456 orang tahun 2013. pelatihan teknis lainnya sebanyak 130 orang tahun 2010, 235 orang tahun 2011, 438 orang tahun 2012, dan 60 orang di tahun 2013.

 

Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dengan Pengembangan Program Pendidikan Jarak Jauh. Menurut dr. Kirana Pritasari, hal ini dilakukan mengingat masih banyak tenaga kesehatan yang lulusan Diploma I (DI) dari tahun 1990 sampai Januari 2000.

 

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat e-mail kontak@depkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan