Menkes: Infeksi Menular Seksual termasuk HIV Banyak Terjadi pada Kelompok Produktif

0

Berdasarkan laporan Dinkes Provinsi, sampai dengan 30 September 2013 secara kumulatif AIDS di Indonesia tercatat 45.650 orang. Sementara jumlah pengidap HIV secara kumulatif dilaporkan sebanyak 118.787 orang.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, kepada sejumlah media saat menghadiri Konferensi Pers Peresmian Kantor Baru Komisi Nasional Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), sekaligus pra-acara Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2013, di Jakarta (29/11). Sesuai dengan leading sector panitia HAS tahun ini yakni Indonesia Business Coalition on AIDS (IBCA), tema HAS 2013 adalah “Cegah HIV dan AIDS! Lindungi Pekerja, Keluarga dan Bangsa”. Melalui tema ini, diharapkan bahwa dengan melindungi para pekerja dari infeksi HIV, akan melindungi pasangan dan keluarganya.

“Mengingat infeksi menular seksual termasuk HIV banyak terjadi pada kelompok usia produktif, maka sangat tepat apabila intervensi untuk upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS difokuskan pada kelompok pekerja yang termasuk dalam usia produktif”, ujar Menkes RI.

Menkes menerangkan, kelompok umur terbanyak pengidap HIV dilaporkan pada kelompok 25-49 tahun (72,8%) diikuti kelompok umur 20-24 tahun (15%). AIDS yang dilaporkan, terutama ditularkan melalui hubungan seks yang berisiko sebesar 60,9% diikuti penggunaan napza suntik sebesar 17,4% dan penularan perinatal sebesar 2,8%. Sementara itu, berdasarkan pekerjaan, AIDS terbanyak dilaporkan di kalangan wiraswasta sebesar 5.430 orang, diikuti ibu rumah tangga 5.353 orang dan tenaga non profesional 4.847 orang.

Salah satu agenda yang diunggulkan pada HAS 2013 ini adalah program VCT@Work yang akan diluncurkan pada acara puncak peringatan HAS 2013, 3 Desember 2013 mendatang, di Balai Samudra Jakarta. VCT@Work merupakan program global yang diinisiasi oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang bertujuan untuk menjangkau 5 juta pekerja melakukan tes HIV melalui VCT pada tahun 2015. Di Indonesia VCT@Work diprakarsai oleh IBCA, dengan target 350.000 pekerja melakukan tes HIV melalui VCT. Melalui VCT@Work diharapkan semakin banyak pekerja mampu mengetahui lebih dini status HIV-nya. Dengan demikian, mereka yang membutuhkan bisa segera mendapatkan perawatan, kualitas hidupnya meningkat sehingga dapat tetap produktif dan bekerja seperti biasa. Pekerja yang mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV-AIDS dapat mencegah dirinya dari tertular HIV, yang selanjutnya dapat melindungi pasangan dan keluarganya. Dan apabila sudah terinfeksi, dapat mengakses layanan yang dibutuhkan sehingga tetap dapat produktif.

Dalam upaya pengendalian HIV, ada 3 tujuan yang ingin kita capai bersama, yaitu menurunnya jumlah kasus baru HIV, menurunnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA serta menurunnya angka kematian akibat AIDS atau dengan kata lain upaya kita untuk mencapai 3 zero, yaitu zero new HIV infection, zero discrimination dan zero AIDS related death. Apabila ketiga tujuan tersebut dapat kita capai, diharapkan kualitas hidup odha dapat meningkat. Upaya pengendalian harus dilakukan secara komprehensif, dari hulu sampai hilir, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Layanan untuk ODHA juga harus paripurna, sejak dari rumah atau komunitas hingga ke fasilitas layanan kesehatan selama perjalanan infeksi HIV.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat e-mail kontak@depkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan