Menkes Hadiri Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia

0

Jakarta, 12 Oktober 2014
Menkes dr. Nafsiah Mboi, Sp.A menghadiri acara Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Hadir pada acara tersebut Veronica Tan, istri wakil Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Pelaksana Jakarta Goes Pink Madelina Mutia

Dalam sambutannya Menteri Kesehatan RI mengharapkan setelah acara ini seluruh masyarakat akan semakin terdorong untuk melakukan deteksi dini – bukan hanya untuk kanker payudara saja akan tetapi juga untuk jenis kanker lainnya – agar pengobatan kanker di Indonesia lebih berhasil. Menkes juga berharap agar pemahaman tentang faktor risiko terjadinya kanker dan upaya pengendaliannya dapat disosialisikan pada kesempatan lain.

Penyakit kanker – termasuk kanker payudara – perlu mendapat perhatian kita semua. Sebab, menurut data Globocan 2012, diperkirakan di Indonesia kematian akibat kanker adalah 194.500 orang. Sebanyak 102.700 orang di antaranya laki-laki dan 91.800 orang adalah perempuan. Sedangkan untuk kanker payudara, insidensnya adalah 40,3 per 100.000 wanita dengan kematian 16,6 per 100.000 wanita. Kanker payudara merupakan kanker dengan proporsi yang tertinggi di antara kanker lain di Indonesia, yaitu sebanyak 16.4%. Terjadinya penyakit kanker – termasuk kanker payudara – terkait dengan beberapa hal, seperti kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif, kebiasaan minum alkohol, kegemukan, pola makan yang tidak sehat, perempuan yang tidak menyusui, dan perempuan melahirkan di atas usia 35 tahun, urai Menkes lebih lanjut.

Jika menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS maka risiko atau kemungkinan untuk terserang kanker akan berkurang. Perilaku yang perlu diterapkan adalah 1) melakukan aktifitas fisik secara benar, teratur, terukur, 2) makan makanan bergizi dengan pola makan seimbang, dan cukup buah dan sayur, dan 3) menyikapi stres dengan tepat dan benar. Menurut Menkes agar lebih mudah, kita dapat mengingat kata CERDIK dalam menjauhkan diri dari kanker, yaitu singkatan dari : Cek kesehatan secara berkala melalui SADARI, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, Kendalikan stres.

Suksesnya pengendalian penyakit kanker di Indonesia ditentukan oleh keberhasilan penerapan strategi penanganan yang komprehensif, terorganisir, terkoordinasi dan berkesinambungan yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran Pemerintah bersama segenap lapisan masyarakat – termasuk organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, kalangan swasta dan dunia usaha – serta seluruh individu dalam masyarakat.

Penyelesaian masalah kesehatan – termasuk Pengendalian Kanker – adalah tanggung jawab bersama Pemerintah dan Masyarakat, baik aspek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif maupun paliatif. Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat akan memperkuat koordinasi dan sinergitas seluruh pihak terkait. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat akan peduli dan mau berperan aktif dalam Pengendalian Kanker yang efektif, efisien, bermutu, terjangkau dan berkesinambungan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat email kontak@depkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan