MAI dan TS Positif Flu Burung

0

Awal April 2015 Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengumumkan dua kasus baru Flu Burung yang telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Dengan bertambahnya dua kasus ini, sejak tahun 2005 hingga berita ini dipublikasikan, jumlah kumulatif kasus konfirmasi Flu Burung di Indonesia adalah 199 kasus dengan 167 kematian.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dr. Mohamad Subuh, MPPM selaku National Focal Point International Health Regulations (IHR) telah menginformasikan tentang kasus ini ke WHO.
Kasus pertama berinisial MAI (Laki-laki, 2 tahun 6 bulan), warga Kota Tangerang Provinsi Banten. Tanggal 7 Maret 2015, mengalami demam dan dibawa berkunjung ke Kabupaten Bogor. Tanggal 11 Maret 2015, kasus demam tinggi, batuk dan pilek kemudian berobat ke RS swasta dan dirawat selama lima hari. Pada 16 Maret 2015, kasus keluar dari RS, namun pada tanggal 17 Maret 2015 kasus terlihat sesak sehingga dibawa ke RS swasta lainnya dan dirawat. Kondisi kasus semakin sesak sehingga keesokan harinya dirujuk dan dirawat di RS swasta yang memiliki fasilitas ICU anak. Pada tanggal 24 Maret didiagnosis sebagai suspek Flu Burung dan tanggal 26 Maret 2015, kasus dirujuk ke RS Persahabatan jam 02.40 WIB, dan meninggal dunia pukul 04.10 WIB. Tanggal 26 Maret 2015, Balitbangkes menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium PCR kasus MAI positif H5N1.
Kasus kedua seorang pegawai berinisial TS (Laki-laki, 40 tahun 11 bulan), merupakan ayah dari kasus MAI, tinggal satu rumah dengan anaknya. Tanggal 17 Maret 2015, mulai timbul gejala demam dan batuk. Kasus merasa kondisi sakit bertambah berat sehingga kemudian berobat ke RS swasta pada tanggal 21 Maret 2015 dini hari dan didiagnosis ISPA. Pada pagi harinya kasus berobat kembali ke rumah sakit swasta lainnya dan pulang dengan diagnosa ISPA. Pada malam hari kasus kembali berobat ke RS yang sama dengan keluhan sesak dan dirawat inap dengan diagnosa Pleuropneumonia dextra. Pada tanggal 23 Maret 2015 malam, kasus mengalami perburukan dan dirawat di ICU dengan diagnosis suspek Flu Burung kemudian dilakukan pengambilan spesimen untuk dikirim ke Balitbangkes Pada tanggal 24 Maret 2015 kondisi kasus semakin memburuk dan meninggal pada pukul 16.25 WIB. Tanggal 25 Maret 2015 Balitbangkes menyatakan hasil pemeriksaan laboratorium PCR kasus TS Positif H5N1.

 

Tim Ditjen PP dan PL, Badan Litbangkes, Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan Puskesmas Kota Tangerang, Unit Reaksi Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (URCPHMS) Kementerian Pertanian telah melakukan penyelidikan epidemiologi. Hasil penyelidikan epidemiologi ditemukan kemungkinan faktor risiko pada kasus antara lain kontak tidak langsung dengan unggas peliharaan di sekitar rumah kasus; kontak langsung dan tidak langsung dengan lingkungan pasar di Tangerang; kontak langsung dan tidak langsung dengan unggas di wilayah Kabupaten Bogor, dimana ketiga faktor risiko tersebut menurut hasil pemeriksaan Kementerian Pertanian terdeteksi positif Avian Influenza/H5.

 

Pemerintah bersama seluruh masyarakat telah melakukan berbagai upaya pengendalian Flu Burung sejak tahun 2005. Dalam periode 10 tahun (2005 – 2014) tampak kecenderungan penurunan kasus Flu Burung pada hewan dan manusia. Selama 9 bulan sejak bulan Juni 2014 sampai dengan Februari 2015 tidak ditemukan kasus Flu Burung di Indonesia.

 

Keberhasilan pengendalian Flu Burung sangat ditentukan oleh peran dan dukungan seluruh masyarakat terutama peran masyarakat dalam upaya pencegahan. Upaya yang dapat dilakukan masyarakat adalah menghindari kontak dengan unggas sakit atau mati mendadak; menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Apabila mengalami sakit dengan gejala demam/panas tinggi, batuk dan sakit tenggorokan segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

 

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan