Menkes Ajak Mahasiswa Dorong Pemerataan Kesehatan di Papua

1

Papua adalah gambaran keindahan yang terhampar luas di bagian timur Indonesia. Tuhan memberikan kekokohan pada tanah Papua dan potensi keindahan yang tak ternilai berharganya. Namun tidak sekedar mengandalkan potensi alam saja, rakyat Papua juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki prestasi. Begitulah kata Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM(K) mengawali sambutan di hadapan mahasiswa magang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Jayapura, di Jakarta (26/2).

 

Di sela-sela kegiatannya Menteri Kesehatan menyempatkan diri hadir pada acara penutupan kegiatan praktek kerja lapangan mahasiswa FKM UNCEN yang diselenggarakan di Auditorium dr. Herman Susilo, MPH Gedung Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Badan PPPSDM Kesehatan drg. Usman Sumantri, MSc serta sejumlah pejabat eselon II Kementerian Kesehatan.

 

Perbedaan kualitas kesehatan di Papua jika dibandingkan dengan kota-kota besar terutama Jakarta sangat terasa. Hal inilah yang menurut Menteri Kesehatan menjadi keprihatinan Presiden Joko Widodo. Bahkan Presiden Joko Widodo saat melepas Tim Nusantara Sehat periode I sempat berpesan kepada tim tenaga kesehatan muda yang akan dikirim ke daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan mengingatkan agar dapat ikut mendorong pemerataan kualitas kesehatan di Indonesia,’” kata Menteri Nila.

 

Tenaga kesehatan masyarakat memiliki peran penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat. Contohnya mengajarkan penerapan perilaku hidup sehat, peningkatan gizi, sanitasi lingkungan, serta kesehatan ibu dan anak. Untuk itu Menteri Nila menyampaikan rasa bangganya atas kemauan mahasiswa FKM UNCEN melaksanakan praktek kerja lapangan di Kementerian Kesehatan sehingga dapat membandingkan realitas di Papua dengan yang ada di Jakarta.

 

Praktek kerja lapangan yang dilaksanakan antara 1-29 Februari 2016 ini diikuti sebanyak 168 mahasiswa yang terdiri dari peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) sebanyak 41 orang, peminatan Kesehatan Lingkungan sebanyak 55 orang, peminatan Promosi kesehatan sebanyak 45 orang, dan peminatan Epidemiologi sebanyak 27 orang. Selama satu bulan mereka ditempatkan di beberapa lokus untuk memperoleh berbagai pengetahuan terkait kesehatan masyarakat.

 

Seperti Program Studi Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan yang melaksanakan praktek kerja lapangan di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang, Puskesmas Wilayah Jababeka, Kunjungan ke Rumah Sakit Karawang dan Perpustakaan Universitas Indonesia. Untuk Program Studi Promosi Kesehatan melaksanakan praktek kerja lapangan di Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rumah Sakit Syamsudin Sukabumi, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Perpustakaan UI.

 

Sementara mahasiswa dari Program Studi Administrasi Kebijakan Kesehatan melaksanakan magang di Ditjen Pelayanan Kesehatan, Badan PPSDMK, Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes, Biro Hukor Kemenkes, BBPK Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Sudin Jakarta Selatan, Puskesmas di wilayah Jakarta Selatan

 

Menteri Kesehatan berpesan kepada seluruh peserta magang agar berbagai pelajaran penting yang didapat mahasiswa selama praktek kerja lapangan di ibukota nantinya diterapkan di Papua. Dengan membandingkan kualitas kesehatan di Jakarta dan Papua mahasiswa menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan ke depannya. Tentunya hal yang paling penting adalah mengedukasi masyarakat sekitar untuk menjadi lebih sehat.

 

Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon : 021-7245517-72797302, faks: 021-7398852 atau alamat e-mail : humas_bppsdmk@yahoo.com

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

1 Komentar

  1. Jefri Thomas A E di

    Kesehatan memang merupakan hak dan juga kewajiban masyarakat Indonesia untuk mengupayakannya.. Peran pemerintah perlu didukung seluruh unsur termasuk mahasiswa untuk pemenuhan kesehatan yang lebih baik di seluruh pelosok tanah air.
    Kira-kira harapan kita terkait pencapaian pembangunan kesehatan ‘dari Papua untuk Indonesia’ suatu saat bukan merupakan hal yang mustahil.

Tinggalkan Balasan