Peserta WKDS Alami Kecelakaan

0

Makassar, 20 September 2017

Salah satu peserta Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) angkatan 1, dr Fransesca Ivanna, Sp.OG atau kerap dipanggil dr. Sisca mengalami kecelakaan tunggal. Penanganan langsung dilakukan dan dirujuk ke RS Wahidin Makassar.

Kecelakaan terjadi ketika dr. Sisca mengendarai motor bersama seorang rekan WKDS lainnya pada Senin (18/9). Akibat dari kecelakaan tersebut, dr. Sisca mengalami trauma kepala.

Hasil rontgen kepala ditemukan adanya fraktur tulang temporar kiri. Untuk memastikan kondisinya, dilakukan evakuasi ke RSUP Wahidin Soedirohoesodo Makassar dengan pertimbangan ada spesialis bedah syaraf dan peralatan lebih lengkap.

Proses evakuasi dilakukan selasa pagi (19/9) dengan menggunakan pesawat reguler dari Langgur-Ambon-Makassar. Kondisi dr. Siska stabil hanya mengeluh pusing.

Beruntung, hasil CT Scan yang telah dilakukan di RSUP Wahidin tidak menunjukkan masalah serius. Dr. Sisca dirawat dengan terapi konservatif (pemberian obat-obatan) dan dipantau ketat oleh tim dokter bedah syaraf RSUP Wahidin.

Mohon doanya agar dr. Sisca yang tengah mendapatkan perawatan di RSUP Wahidin Makassar dapat segera pulih dan diberikan kesehatan kembali.

Dr. Sisca merupakan peserta WKDS angkatan 1 yang ditempatkan di RSUD Karel Sadsui Tubun, Langgur, Maluku Tenggara.

WKDS merupakan program pendistribusian dokter spesialis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialistik. Program tersebut telah disahkan melalui Perpres nomor 4, 2017.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email  HYPERLINK “mailto:kontak@kemkes.go.id” kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan
Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH
NIP. 196110201988031013

Bagikan.

Tentang Penulis

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik, pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga.

Tinggalkan Balasan