Infrastruktur Dasar Kerap Terlupakan Namun Penting dalam Mengatasi Malnutrisi

0

Jakarta, 30 Oktober 207

Walaupun kadang dihiraukan, namun ternyata pembangunan infrastruktur dasar adalah salah satu kunci dalam mengatasi masalah malnutrisi pada anak-anak di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, di salah satu sesi acara Asia Pacific Food Forum (APFF) di Jakarta, Senin (30/10).

Menurut Bambang, pemerintah Indonesia sudah melakukan upaya berskala nasional untuk mengentaskan stunting secara drastis.

Namun dalam mengatasi masalah malnutrisi, ada aspek yang kadang dihiraukan adalah infrastruktur dasar, seperti air bersih dan sanitasi, ungkap Bambang.

Namun karena Indonesia adalah negara kepulauan yang dipisahkan oleh lautan yang luas, maka sulit untuk membangun infrastruktur dasar di Indonesia, terutama di daerah-daerah terpencil.

“Untuk menyediakan infrastruktur yang pantas [di Indonesia]adalah sebuah tantangan tersendiri. Sejauh ini, kami masih jauh dari mencapai target kita, yaitu akses 100 persen terhadap sanitasi dan air bersih di tahun 2019,” ujar Bambang.

Oleh karena itu, Bambang selalu meminta pemerintah untuk mengalokasikan anggaran guna pembangunan infrastruktur dasar.

“Setiap kali kalian mengalokasikan anggaran, tolong pikirkan mengenai infrastruktur dasar dulu sebelum membangun jalan, pembangkit listrik, bandara, dan lain-lain, karena setiap rumah tangga di Indonesia akan menderita [apabila tidak memiliki akses terhadap sanitasi dan air bersih],” katanya.

Selain malnutrisi, Indonesia juga mengalami masalah kelebihan gizi atau obesitas.

“Kita, bersama dengan Kementerian Kesehatan, mencoba untuk mempromosikan gaya hidup sehat dengan hal-hal dasar seperti jalan kaki, olahraga, dan lain-lain. Kampanye ini sudah berjalan dan saya berharap bisa diperluas,” ungkapnya Bambang.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan