Ada Fasilitas Berbeda di KKHI Makkah

0

Makkah, 5 September 2019.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah memiliki fasilitas khusus bagi jemaah haji yang telah melakukan pengobatan di sini. Fasilitas tersebut dinamakan green zone. Green zone atau zona hijau merupakan ruang transit bagi pasien-pasien yang telah dinyatakan sehat dan siap kembali ke kelompok terbangnya.

Zona hijau ini tidak terdapat di banyak fasilitas kesehatan karena memang bukan menjadi standar pelayanan. KKHI Makkah menyediakan ruangan yang bertujuan untuk memisahkan pasien yang sehat agar tidak bercampur dengan pasien-pasien yang masih sakit dan berpotensi menularkan penyakitnya. Sambil para jemaah haji sehat ini menunggu waktu pengantaran ke kloternya.
“Jadi ditaruh di satu tempat yang bersih yang terpisah dengan orang sakit. Kemudian di sana itu mereka juga kita persiapkan dalam arti menyiapkan rekam medis, lalu menyiapkan obat-obatan pulang,” tutur dr. Meity Adriana, Sp.JP, Penanggung Jawab Pelayanan Medis KKHI Makkah, saat ditemui di ruang perawatan wanita pada Rabu (4/9).

img-20190814-wa0028

Fasilitas ini disiapkan setelah fase Arafah Muzdalifah Mina (Armuzna), mengingat saat itu terjadi lonjakan kunjungan ke KKHI Makkah. Belum lagi adanya jemaah haji yang baru selesai menjalani pengobatan di RS Arab Saudi dan dikembalikan terlebih dulu ke KKHI Makkah. Sehingga selain pertimbangan aspek kesehatan, penyediaan ruangan tersebut guna menghindari kelebihan kapasitas di ruang perawatan. Jadi pasien yang kondisinya sudah stabil dan layak untuk pulang akan segera dialihkan ke zona hijau tersebut. Selain bagi yang akan pulang, tempat ini juga untuk menampung sementara jemaah haji yang akan dievakuasi atau mengikuti proses tanazul.

Zona hijau memiliki daya tampung jemaah haji sebanyak 53 orang. Di ruang tunggu ini, jemaah disediakan matras alas tidur untuk tempat istirahat sementara. Selama berada di zona hijau, jemaah haji dimanjakan dengan beragam fasilitas yang dapat dinikmati secara gratis. Diantaranya tersedia perangkat audio video untuk menonton televisi atau tayangan video. Jemaah haji juga menerima konsumsi apabila memang sudah masuk waktunya makan pagi, siang atau malam. Ditambah lagi dengan minuman, seperti teh, kopi dan susu. Pihak KKHI Makkah juga memperhatikan kebutuhan pokok lainnya dengan penyediaan pakaian, sandal, jilbab bahkan sabun dan pasta gigi.

Selama waktu tunggu sekitar 2 jam di green zone, selain dapat beristirahat dan menikmati fasilitas yang ada, jemaah haji juga akan dibantu dalam pengurusan berkas kepulangan. Jemaah akan dikelompokkan sesuai sektor, kloter dan hotelnya.
“Sebenarnya tujuannya diverifikasi data jemaah, jangan sampai ada kesalahan pengantaran ke sektornya,” jelas Junaid, perawat yang bertanggung jawab mengelola zona hijau.

Untuk melayani jemaah di green zone, mulanya diperkuat oleh dua orang dokter spesialis dan empat orang perawat, yang bekerja jaga secara bergiliran selama 12 jam. Awalnya sempat sekitar 120 orang yang ditangani dalam satu hari pasca Armuzna. Tetapi sekarang mendekati akhir operasional KKHI, sehari hanya sekitar 30 orang saja.

whatsapp-image-2019-09-02-at-07-09-19

Ada sedikit perbedaan layanan dibandingkan tahun lalu. Jika dulu jemaah haji harus menunggu datangnya mobil jemputan, saat ini pihak KKHI Makkah sudah menyiapkan tiga buah kendaraan pengantar, yakni satu buah bis sedang berkapasitas 20 orang jemaah dan dua minibus yang masing-masing berkapasitas 6 orang. Dua kendaraan ini punya jadwal pengantaran jemaah haji sehari dua kali, pagi dan sore. Untuk bis akan didampingi oleh dua orang perawat, sementara minibus oleh seorang perawat.
“Kita bukan sekedar mengantar, tapi kita lengkapi dengan catatan resume perawatannya plus dengan obat-obatan, kita serahkan sama [petugas]sektor. Biar mereka tahu bahwa ini riwayat penyakitnya dan pengobatan selanjutnya seperti apa,” terang Junaid.

Jemaah haji yang sempat merasakan layanan di zona hijau ini umumnya puas. Junaid yang sehari-hari mengurusi jemaah di sana mengakui sering menyaksikan jemaah haji merasa nyaman, bisa saling berbicara satu sama lainnya. Hal ini karena ruangannya tidak ditata seperti berada di sebuah klinik kesehatan.
“Petugas juga mengingatkan jemaah untuk sholat berjamaah. Jadi dengan suasana kekeluargaan mereka tidak menganggap seperti di rumah sakit tapi lagi beristirahat untuk diantar kembali ke hotelnya,” pungkas Junaid.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (AM).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Widyawati, MKM.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan