Sinegal dan Indonesia Jajaki Pengembangan Proyek Vaksin

0

Bandung, 3 Desember 2019

Kerjasama Selatan-selatan saat ini semakin penting karena ekonomi global sedang suram dan ada proteksi di sana-sini, sehingga hubungan Selatan-selatan harus diperkuat dengan saling bergandengan tangan.

Penegasan ini disampaikan oleh Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Bappenas Slamet Soedarsono pada acara Familiarisation Visit Program Development of a Reverse Linkage Project Between Senegal And Indonesia in Vaccine Production, di kantor PT. Bio Farma, Bandung (3/12).

Menurut Slamet, Bio Farma adalah BUMN yang sangat penting kehadirannya untuk kerjasama Selatan-selatan. “Tidak hanya (kerjasama) negara dengan negara saja tetapi juga mengajak serta BUMN dan swasta,” kata Slamet.

Bio Farma sudah diakui oleh negara lain sehingga oleh komunitas negara-negara Islam sudah ditetapkan sebagai Centre of excellent untuk pembuatan vaksin.

“Ini luar biasa dan saya mengapresiasi Bio Farma sebagai pemrakarsa di bidang. Saya berharap ada kerjasama produksi,” katanya.

Slamet menegaskan bahwa dengan Selatan-selatan ada kesetaraan selain itu juga muncul partnership. Pelan-pelan Indonesia akan mengekspor dari yang berbasis sumber daya alam ke arah ekspor yang berbasis IT.

Kerjasama dengan Sinegal penting dilakukan karena Sinegal adalah negara di Afrika barat yang menjadi pintu masuk negara-negara Afrika lainnya sebagai nontradisional market. Dengan demikian, nantinya Indonesia tidak hanya melakukan tradisional market tapi juga non tradisional market.

“Bio Farma sudah terbukti kompetensinya dan Indonesia akan mengarah ke sana. Ini dimulai dengan knowledge sharing melalui Institut Pastur dan akan terus dijalin untuk kedepannya menjadi join production,” kata Slamet.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi-Kementerian Kesehatan RI, dr. Slamet menyampaikan mendukungnya kepada Bio Farma.

“Kita memberi apresiasi kepada Biofarma karena Biofarma melayani Indonesia untuk melayani vaksinasi dan ekspansi ke 140 negara. Ini menjadi kebanggaan,” ungkapnya.

img-20191203-wa0063

Kehadiran perwakilan dari Institut Pasteur de Dakar Sinegal akan mengikuti program Reverse Linkage (RL) dilaksanakan pada tanggal 2 – 6 Desember 2019. Kegiatan ini difasilitasi oleh Bappenas dan IDB.

Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Rostan berterimakasih kepada pihak Pemerintah dalam hal ini Kemenkes dan BPOM karena melalui dua lembaga tersebut produk Bio Farma bisa digunakan di lebih dari 140 negara.

“Dari negara OKI ada 2 pabrik vaksin yang sudah diakui dunia, yaitu Sinegal untuk vaksin yellow fever untuk kebutuhan Afrika Barat dan Afrika Tengah. Sedangkan Indonesia sudah diakui 14 produknya untuk imunisasi dasar dan sudah didistribusikan ke 140 negara,” jelas Rahman.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(gi)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan