Warga Bojong Kulur, Bogor Terima 3000 Paket Bantuan

1

Kabupaten Bogor, 11 Januari 2020

Bencana banjir yang melanda Desa Bojong Kulur, Kabupaten Bogor menyisakan berbagai masalah, seperti kerusakan perabotan hingga masalah kesehatan. Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) membagikan berbagai bantuan kepada warga terdampak di sana.

OASE KIM yang merupakan kumpulan istri Menteri/Kepala Lembaga membagikan 3000 paket bantuan. Bantuan tersebut berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari, makanan, dan obat-obatan.

Pada kegiatan ini Kementerian Kesehatan menyumbang 250 pcs makanan tambahan (PMT) Balita dan Ibu Hamil, serta 950 Kit Kesehatan Keluarga yang terdiri dari Kit Balita, Kit Manula pria dan wanita, Kit Ibu Pasca Melahirkan, Kit Remaja Perempuan.

Kementerian Kesehatan juga memberikan layanan kesehatan dasar, seperti cek tekanan darah, cek suhu tubuh, dan konsultasi kesehatan.

Layanan kesehatan tersebut diberikan oleh Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kemenkes bekerjasama denga RSPAD Gatot Subroto.

Hasil pemeriksaan kesehatan sementara terhadap sebagian warga Desa Bojong Kulur tercatat bahwa sebagian warga terkena penyakit kulit akibat banjir. Kemenkes sudah memberikan obat kepada mereka dan memastikan obat cukup bagi warga terdampak di sana.

Diapit 2 Sungai

Desa Bojong Kulur posisinya diapit oleh Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Jumlah warga terdampak banjir di desa tersebut tercatat 26.900 orang.

Kepala Desa Bojong Kulur Firman mengatakan di desa tersebut terdapat 41 RW yang 26 RW di antaranya terendam banjir.

“Ratusan anak tidak bisa sekolah, ada juga orang tua yang tidak sempat tertolong,” katanya.

Ia mengharapkan dengan kehadiran OASE KIM dapat meringankan beban warga di Desa Bojong Kulur.

Ketua Komunitas Peduli Cileungsi Cikeas (KP2C) Puwarman menambahkan aliran Sungai Cikeas dan Cileungsi bertemu di Vila Nusa Indah.

“Pada tahun baru 2020 mulai 17.00 WIB hujan nonstop sampai besok pagi nya. Pada dini hari audah mulai banjir semata kaki. Kalau di hulu sungai debit air tinggi di sini (Desa Bojong Kulur) pasti banjir,” ucap Puwarman.

Kepada OASE, Puwarman menitipkan pesan kepada para menteri untuk mengeruk kedua sungai tersebut, meninggikan tanggul, dan membangun pintu air.

Perwakilan OASE KIM Grace Pieters Batubara yang merupakan istri Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan OASE KIM datang untuk melihat kondisi warga Desa Bojong Kulur.

“Kami datang bersama-sama untuk bisa meringankan beban ibu-ibu dan keluarga. Apa yang kami bawa mudah-mudahan dapat meringankan beban anak-anak, ibu-ibu di sini. Semoga musibah yang kalian hadapi cepat terselesaikan,” kata Grace.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(D2)

Kepala Biro Komunikasi dan
Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

1 Komentar

  1. Bila perlu, Anda harus juga cabut akses aplikasi ke akun-akun sosial media yang tertaut. Beberapa aplikasi serta diketahui terhubung Gmail atau Facebook likes serta sesudah pemakai meniadakan account atau meniadakan aplikasi.

Tinggalkan Balasan