Kemenkes Siapkan Anggaran Untuk Pasien Terjangkit nCoV

0

Jakarta, 29 Januari 2020

Dengan semakin meluasnya negara yang terkonfirmasi positif novel coronavirus (2019-nCoV), hal ini kian menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat, termasuk apakah biaya pengobatan bagi pasien positif nCoV akan di over BPJS Kesehatan?

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa masyarakat agar tetap tenang, pasalnya Kementerian Kesehatan telah menyiapkan anggaran untuk masyarakat yang positif terjangkit novel coronavirus (2019-nCoV).

“Untuk yang corona ada sendiri anggarannya dari Kemenkes. Jadi tidak perlu khawatir, makanya semua yang kita rawat nanti semua tenang,” kata Menkes.

Mengenai besaran anggaran, Menkes akan memastikan kembali nominal yang disiapkan. Anggaran tersebut nantinya berasal dari DIPA. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi serta kesiapsiagaan Kementerian Kesehatan terhadap potensi problem kesehatan.

“Nanti saya lihat. Jadi begini, saya selaku menteri kesehatan, sudah memperkirakan kalau akan ada hal-hal yang terjadi, maka ada anggarannya,” imbuhnya.

Mengenai WNI di Wuhan, Menkes menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah medis untuk mereka apabila telah sampai di Indonesia.

“Kementerian Kesehatan sudah siapkan kontigensinya, termasuk nanti kalau sudah sampai Indonesia. Kalau udah sampai disini saya sudah siapkan semua langkah-langkahnya,” tegas Menkes.

Menurutnya, kondisi seluruh WNI Wuhan saat ini dalam kondisi sehat, belum ada yang terkonfirmasi positif nCoV. Tetap terjaganya kondisi kesehatan mereka di tengah kepungan novel coronavirus (2019-nCoV), tak lepas dari kesehatan dan ketahanan imun mereka yang baik, sehingga mampu mencegah terjangkit virus corona.

“Dan harus kalian sadari bahwa 243 orang itu semuanya dalam keadaan sehat hingga detik ini. Artinya nomor satu imunitas tubuh. Kalau imunitas kita baik, kita jaga kesehatan, germas diterapkan, virus nggak ada apa-apanya. Virus itu lawannya imun bukan vaksin. Kondisi tubuh yang sehat dan prima bisa melawan virus,” pungkasnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (Mus)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan