Kolaborasi bersama Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah di Surabaya

0

Jakarta, 20 Februari 2020

Di kota besar, limbah menjadi permasalahan yang serius. Dampak dari limbah akan menimbulkan permasalahan sanitasi. Untuk itu, Kota Surabaya berkolaborasi dan membangun sistem sanitasi di kampung-kampung.

Walikota Surabaya berusaha untuk mengajak warga untuk menjaga lingkungan, memperbaiki kampung- kampung agar tidak ada lagi sampah yang berceceran di jalan serta mengelola limbah dan menggunakan air dengan baik.

“Meski kita tidak sakit dan RS di Surabaya gratis untuk masyarakat Surabaya, tetapi jika salah satu keluarga kita sakit maka produktifitas akan berkurang. Kita harus sehat di lingkungan kita, perbaiki sistem sanitasi di kampung dengan adanya pengolahan limbah di rumah-rumah” tutur Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam side event Acara Rakerkesnas Tahun 2020 di Jiexpo, Jakarta (20/2). Walikota Surabaya menjadi pembicara dengan topik Terobosan Pemerintah Daerah Kota Surabaya dalam Penyelesaian Masalah Pengelolaan Limbah Fasyankes di Kota Surabaya.

Kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan warga, salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk mengolah sampah misalnya sampah kering akan diolah kembali dan dijual. Sementara sampah yang basah akan dibuat sebagai kompos. Kompos tadi untuk menanam sayur. Hal ini, menurut Risma, merupakan penerapan urban farming yang salah satu dampaknya adalah penurunan berbagai macam penyakit.

Selain itu, di jalan Surabaya bersih bukan hanya dari sampah tetapi juga bersih dari pasir dan debu yang dibersihkan dengan alat maupun manual. Jalur untuk pejalan kaki pun setiap hari dibersihkan dan dirawat. Hal ini tidak lepas dari kerjasama dengan warga Surabaya.

Untuk pekerja yang disabilitas dan Lansia juga diberikan peluang pekerjaan dengan membersihkan bola jalan dan tempat duduk.

Selain berkolaborasi dengan masyarakat, Surabaya juga memiliki call center darurat 112 dengan sistem 7 menit yaitu petugas kesehatan harus sampai dalam 7 menit. Mereka bertugas dilengkapi tim dokter serta perawat dan 24 jam siaga. Oleh karena itu, dengan sistem 7 menit Surabaya memiliki 70 posko dan ketika Tim Gerak Cepat (TGC) yang dikawal oleh satpol dan lainnya untuk menjaga kecepatan.

“Saat ini warga saya sudah murah senyum dan sudah dapat dirasakan adanya perbedaaan perilaku dan karakternya menjadi lebih baik. Warga di Kampung mereka juga happy, karena lingkungannya yang sehat, mereka saya paksa untuk berkumpul dan senam bersama setiap minggu”, kata Walikota Risma.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(PRU)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan