Indonesia Ikut Solidarity Trial WHO untuk Covid-19

0

Jakarta, 30 Maret 2020

Sebagai salah satu langkah untuk memperbaiki upaya pelayanan kesehatan dan menurunkan angka kematian pada pasien Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Indonesia telah bergabung dalam Solidarity Trial yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO).

Selain Indonesia, tercatat sebanyak lebih dari 45 negara lainnya juga berpartisipasi pada riset tersebut, dan jumlah tersebut akan terus bertambah. Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. Navaratnasamy Paranietharan, menyambut baik kesediaan Indonesia tersebut yang dinilainya akan menjadi kontribusi penting Indonesia dalam upaya global untuk mempercepat penemuan obat yang efektif dalam penanganan Covid-19.

Solidarity Trial merupakan suatu program WHO untuk melakukan pengujian klinik terhadap 4 alternatif terapi yang sudah dilakukan selama ini, yaitu remdesivir, gabungan lopinavir/ritonavir, gabungan lopinavir/ritonavir ditambah interferon (ß1b), dan chloroquine.

Riset ini dilaksanakan untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektifitas dan keamanan terbaik terhadap pasien Covid-19 dan didesain secara khusus untuk mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menghasilkan bukti yang kuat terhadap 4 alternatif terapi tersebut tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip Cara Uji Klinis yang Baik/Good Clinical Practice (CUKB/GCP).

Untuk memastikan bahwa pelaksanaan Solidarity Trial di Indonesia dilakukan sesuai standar, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, akan secara langsung terlibat dalam mengkoordinasikan pelaksanaan riset ini.

Kepala Balitbangkes Kementerian Kesehatan, dr. Siswanto, MHP, DTM, menjelaskan bahwa sejak tanggal 20 Maret 2020, Kementerian Kesehatan telah menyampaikan kesediaan Indonesia untuk bergabung dalam Solidarity Trial yang awalnya untuk berpartisipasi pada pengujian klinik remdisivir. Namun sesuai dengan hasil pembahasan lebih lanjut dengan WHO, Indonesia kini siap berpartisipasi pada Riset untuk 4 alternatif terapi yang dikembangkan WHO.
Lebih lanjut dr. Siswanto juga menegaskan bahwa “Indonesia siap berpartisipasi aktif pada riset 4 alternatif terapi Covid-19 dalam Solidarity Trial WHO”. Melalui partisipasi aktif ini diharapkan dapat segera ditemukan alternatif terbaik dalam perawatan pasien Covid-19 di Indonesia.

Hotline Virus Corona 119 ext 9.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (NI)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan