Kemenkes Tinjau 3 RS, Pastikan Kesiapan Penanganan COVID-19 di Jateng

0

Kemenkes Tinjau 3 RS, Pastikan Kesiapan Penanganan COVID-19 di Jateng
Semarang, 18 September 2020

Tim Task Force Kementerian Kesehatan beserta rombongan terus melakukan kunjungan ke rumah sakit di Jawa Tengah guna melihat secara langsung kesiapan RS dalam penanganan COVID-19. Kali ini kunjungan dilakukan di 3 Rumah Sakit yakni RSUD Tugurejo Semarang, RSUD Sunan Kalijaga Demak dan RSUD dr. Loekmono Kudus. Ketiganya merupakan daerah dengan kasus COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah.

Rangkaian kunjungan dimulai dengan audiensi bersama jajaran direksi RSUD Tugurejo Semarang dan diterima secara langsung oleh Haryadi Ibnu Junaedi selaku Direktur Utama RSUD Tugurejo. Dalam audiensi tersebut membahas beberapa hal diantaranya kesiapan RS menangani COVID-19, insenitf serta kendala-kendala yang dihadapi.

RSUD Tugurejo merupakan RS lini kedua rujukan COVID-19 di wilayah Jawa Tengah. Dari segi fasilitas, pihak RS telah menyediakan 62 Tempat tidur dengan rincian 56 tempat tidur isolasi pasien, 4 ICU dan 2 NICU PICU. Untuk tingkat keterisian saat ini sebesar 28%, merawat suspek 10 orang dan terkonfirmasi 16 orang.

“Kami rencananya akan perluas lagi (ruang isolasi), targetnya Pak Gubernur setiap RS Rujukan COVID-19 minimal harus punya 100 tempat tidur. Jadi kami akan dorong kesitu, agar kalau meningkat, kita siap,” kata Haryadi.

Untuk mempermudah akses informasi data di RSUD Tugurejo, telah dibuat inovasi kesehatan berupa dashboard khusus tentang sistem pelaporan kasus harian. Selain itu, pihak RS juga membentuk tim khusus yang terdiri dari dokter paru, dokter jantung dan dokter penyakit dalam yang bertugas untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

“Upaya RS untuk menekan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan RS yakni APD lengkap bagi nakes, menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak tempat duduk pasien di ruang tunggu dan mewajibkan siapapun yang kesini pakai masker,” terangnya.

Usai dari RSUD Tugurejo, rombongan Tim Task Force kemudian melanjutkan kunjungannya ke RSUD Sultan Kalijaga Demak dan bertemu dengan Direktur Utama Deby Armawati dan Sekretaris Daerah yang sekaligus Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Demak Singgih Setyono.

Deby Armawati menjelaskan bahwa RSUD Kalijaga telah menyiapkan 100 ruang isolasi dan 1 ICU. Dari jumlah tersebut baru terisi 16 tempat tidur. Sementara itu, 301 tenaga kesehatan disiagakan untuk membantu penanganan perawatan pasien COVID-19.

“Kita siapkan 100 ruang isolasi dan 1 ICU. Kita yakini ini aman untuk mengantisipasi eskalasi pasien di Demak. Kita juga buat inovasi-inovasi kesehatan biar optimal menaikkan pasien sembuh,” ucap Dewi.

Singgih menjabarkan saat ini perkembangan COVID-19 masih fluktuatif belum stabil. Berdasarkan data corona Jateng per tanggal 18 September 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.428. Jumlah ini merupakan kedua tertinggi di Jawa Tengah, setelah Kota Semarang.

Menurutnya masih tingginya kasus di Demak dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu mobilitas yang tinggi serta tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan rendah. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Demak terus berupaya membuat kebijakan untuk segera menekan peningkatan kasus di wilayahnya.

“Setiap populasi mobilisasinya tinggi sekali, karena kita deket dengan Semarang ya. Selain itu juga proses penularan sekarang di rumah, tidak ada kluster pasar maupun perkantoran. Jogo tonggo (menjaga tangga) juga digalakkan disini,” ujar Singgih.

Untuk menciptakan ketertiban masyarakat terhadap protokol kesehatan, saat ini telah dilakukan pelatihan untuk membantu Satpol PP mengawasi kerumunan serta melakukan penindakan di pasar maupun tempat umum lainnya.

Agar kasus di Demak segera menurun, Jajang meminta jajaran Pemerintah Daerah Demak untuk tegas dan disiplin dalam mendorong kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan serta membuat inovasi-inovasi baru yang efisien dan efektif menekan kasus. Menurutnya dibutuhkan kerja sama lintas sektor baik itu TNI/Polri, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri.

“Saat ini jalan terbaik ya protokol kesehatan, ini harus benar-benar dilaksanakan untuk memutus penularan. Kita ini kerja kolaborasi, jadi libatkan semua pihak,” tuturnya.

Melanjutkan kunjungannya, tim kemudian bergerak menuju RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Sebagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19 lini pertama, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dengan disiagakan 116 tempat tidur isolasi dan 11 ICU.

Direktur Utama RSUD dr. Loekmono Hadi sekaligus Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengatakan, per tanggal 17 September 2020, tingkat keterisian tempat tidur sebanyak 52, sementara sisanya masih cukup untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Jika penuh, pihak RS menyiapkan 1 lantai khusus berkapasitas 27 tempat tidur di rusun yang dikelolanya.

“Kita pastikan ini aman. Dulu disini pernah penuh, tapi saat ini sudah menurun. Meski saat ini masih banyak yang kosong, harapannya jangan sampai ada lonjakan pasien,” terangnya.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan