Saatnya Cegah Kanker Serviks dan Payudara

0

Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan, di samping biaya operasi yang mahal, kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sangat rendah. Salah satu faktor penghambat pencegahan kanker ialah kurangnya pengetahuan tentang kanker, mulai dari tanda-tanda, faktor penyebab, sampai pencegahan kanker.

Angka baru yang dirilis WHO pada Jumat (3/2/2017) menunjukkan bahwa setiap tahun ada 8,8 juta orang meninggal akibat kanker, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Satu masalah utama adalah banyak kasus kanker didiagnosis terlambat. Bahkan di negara-negara dengan sistem kesehatan yang optimal, banyak kasus kanker yang didiagnosis pada stadium lanjut.

Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 347 ribu orang. Dimana kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker serviks dan kanker payudara.
Karena itu, upaya pencegahan sangat penting dilakukan agar tidak terkena penyakit mematikan yang satu ini.

Mencegah Kanker Serviks

1. Meningkatkan pengetahuan tentang tanda-tanda, penyebab, dan cara mencegah kanker agar ketika terdapat kelainan pada leher rahim, terasa nyeri misalnya, dapat dilakukan tindakan medis sesegera mungkin.
2. Deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) ataupun Pap Smear yang dilakukan oleh dokter ahli.

Mencegah Kanker Payudara
1. Periksa Payudara Sendiri (Sadari).

A. Metode di Depan Cermin
a. Lihatlah bentuk dan ukuran payudara. Perhatikan apakah ada perbedaan bentuk, ukuran, puting, kerutan atau lekukan pada kulit. Walaupun beberapa perbedaan dalam ukuran payudara bersifat normal, ketidakberaturan atau perbedaan ukuran dan bentuk dapat mengindikasikan adanya massa.
Pembengkakan, kehangatan, atau nyeri yang meningkat pada salah satu atau kedua payudara dapat berarti adanya infeksi, khususnya jika si perempuan tersebut sedang menyusui.
b. Lihat puting payudara dan perhatikan ukuran dan bentuknya serta arah jatuhnya (misalnya apakah kedua payudara menggantung secara seimbang?). Periksa juga apakah terdapat ruam atau nyeri pada kulit dan apakah keluar cairan dari puting atau tidak.
c. Angkat kedua tangan ke atas kepala kemudian menekan kedua tangan di pinggang untuk mengencangkan otot dada. Pada setiap posisi, periksa ukuran, bentuk dan simetri, lekukan puting atau kulit payudara dan lihat apakah ada kelainan. (Kedua posisi tersebut juga dapat terlihat lekukan pada kulit jika ada).
d. Bungkukkan badan ke depan untuk melihat apakah kedua payudara tergantung secara seimbang atau tidak.

B. Metode Palpasi dengan Berbaring.
a. Letakkan sebuah bantal di bawah punggung. Pada sisi yang akan diperiksa akan membuat jaringan ikat payudara menyebar, sehingga dapat membantu pemeriksaan payudara.
b. Letakkan lengan kiri ke atas kepala. Perhatikan payudaranya untuk melihat apakah tampak sama dengan payudara sebelah kanan dan apakah terdapat lipatan atau lekukan.
c. Gunakan permukaan tiga jari tengah Anda, lakukan palpasi payudara dengan menggunakan teknik spiral. Mulai pada sisi terluar payudara. Tekan jaringan ikat payudara dengan kuat pada tulang rusuk setelah selesai tiap satu putaran dan secara bertahap pindahkan jari-jari Anda menuju areola. Lanjutkan sampai semua bagian selesai diperiksa. Perhatikan apakah terdapat benjolan atau nyeri.
d. Dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, tekan puting payudara dengan lembut. Lihat apakah keluar cairan: bening, keruh, atau berdarah. Cairan keruh atau berdarah yang keluar dari puting harus ditulis dalam catatan.
Walaupun cairan keruh dari salah satu atau kedua payudara dianggap normal sampai selama 1 tahun setelah melahirkan atau berhenti menyusui. Hal tersebut jarang disebabkan karena kanker, infeksi, tumor, atau kista jinak.
e. Ulangi langkah tersebut pada payudara lainnya.

2. Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) oleh petugas kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan dengan Metode Mammografi.
Mammografi adalah pemeriksaan payudara dengan sinar rontgen untuk menemukan kelainan pada payudara. Mammografi efektif digunakan pada wanita usia di atas 35 tahun dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi setahun sekali. Untuk usia di bawah 35 tahun dapat melakukan USG Payudara.
Yang terpenting pada pencegahan Kanker serviks dan kanker payudara adalah jangan lupakan pola hidup sehat dengan CERDIK:
C = Cek kesehatan secara teratur
E = Enyahkan asap rokok
R = Rajin aktifitas fisik
D = Diet sehat dengan kalori seimbang
I = Istirahat cukup
K = Kelola stress

Sumber: who.int, Panduan Program Nasional Gerakan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dan Kanker Payudara Kementerian Kesehatan RI.

Bagikan.

Tentang Penulis

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik, pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga.

Tinggalkan Balasan