Apa yang Harus Dilakukan Jika Depresi?

0

Depresi merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan senang hati. Tanda berikutnya adalah berhenti menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari setidaknya selama dua minggu.

Mereka yang memiliki depresi biasanya memiliki beberapa gejala seperti, kehilangan energi, perubahan nafsu makan, gangguan tidur (bisa berlebihan, bisa juga kurang dari lama tidur biasanya), cemas, menurunnya kemampuan berkonsentrasi, ketidakmampuan membuat keputusan, rasa tidak tenang, perasaan tidak berguna, bersalah atau putus asa, dan pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Pada anak-anak gejala lain adalah menyendiri, menjauhi teman-temannya, rewel atau mudah marah, sering menangis, sulit berkonsentrasi di sekolah, perubahan dalam nafsu makan atau tidur (bisa menjadi berlebihan atau berkurang).

Anak-anak yang usianya lebih muda bisa kehilangan minat bermain. Anak-anak yang lebih besar biasanya melakukan hal beresiko lebih tinggi yang sebelumnya tak berani mereka lakukan.

Sehebat apapun depresinya pasti bisa disembuhkan. Saraf pada otak bersifat elastis dan tidak akan berubah. Artinya ketika mengalami depresi berat itu dapat disembuhkan kembali. Solusi depresi berat dapat dilakukan dengan berpikir positif karena kondisi di luar tubuh manusia tidak bisa dikontrol, tapi di dalam otak dapat dikontrol.

Untuk mencegah dampak depresi agar tidak parah dapat dilakukan hal berikut:
1. Jika Kamu Merasa Depresi
• Bicaralah dengan orang yang kamu percaya mengenai perasaan mu.
• Cari bantuan profesional, bisa dimulai dengan ke tenaga kesehatan dan dokter.
• Tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, teman, dan orang sekitar.
• Berolahraga secara teratur, biarpun olahraga ringan.
• Biasakan untuk tetap makan dan tidur teratur.
• Hindari penggunaan alkohol dan narkoba. Semua itu memperparah depresi.
• Tetap lakukan hal-hal yang selalu kamu nikmati, bahkan ketika kehilangan selera untuk melakukannya.
• Tetap waspada dengan pikiran-pikiran negatif yang terus muncul serta kritik diri yang berlebihan dan coba gantikan dengan pikiran-pikiran positif. Beri semangat dan selamat pada diri kita sendiri atas apa yang sudah kita dapatkan.

2. Jika Tinggal Bersama Orang Depresi
• Jelaskan pada mereka bahwa anda mau membantu, mendengarkan tanpa menghakimi dan menawarkan
• Cari tahu lebih banyak tentang depresi
• Dorong teman/keluarga yang depresi untuk mencari bantuan profesional. Tawarkan padanya untuk menemani menemui tenaga kesehatan.
• Bila mereka yang hidup dengan depresi mendapatkan resep, bantu untuk minum obat sesuai dengan anjuran.
Bersabarlah, biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk penderita depresi merasa lebih baik.
• Anda dapat membantu menjalankan tugas harian dan memastikan teman/keluarga yang mengalami depresi makan dan tidur teratur
• Ajak/dorong untuk berolahraga dan melakukan kegiatan sosial.
• Bila teman/keluarga yang mengalami depresi mengutarakan pikiran untuk melukai diri sendiri, jangan tinggalkan sendirian. Cari bantuan dari layanan darurat atau tenaga kesehatan yang tepat (konselor, psikolog, psikiater). Sementara itu amankan benda-benda seperti obat-obatan, benda tajam dan senjata lain.
• Jangan lupa untuk tetap merawat diri anda denan baik. Temukan cara untuk bersantai dan melakukan hal-hal yang anda nikmati.

3. Bila Anak Anda Mengalami Depresi
• Obrolkan dengan anak tentang kegiatannya dan hal-hal yang terjadi di rumah, sekolah, dan luar sekolah. Coba cari tahu hal yang mengganggu pikiran/perasaannya.
• Bicara dengan orang yang anda rasa sangat mengenal anak anda.
• Carilah bantuan dari tenaga kesehatan profesional (konsuler, psikolog, psikiater).
• Lindungi anak anda dari tekanan yang terlalu besar bagi usianya, perlakuan yang merusak mental dan kekerasan.
• Perhatikan kesehatan fisik, mental dan keperluan anak anda terutama saat ada perubahan-perubahan besar dalam hidupnya, misalnya pindah ke sekolah baru atau masa puber.
• Upayakan anak untuk cukup tidur, makan teratur, aktif secara fisik dan melakukan kegiatan yang disukai.
• Luangkan cukup waktu dengan anak anda.
• Bila anak memiliki niatan atau malah sudah pernah melukai dirinya, carilah bantuan dari tenaga profesional sesegera mungkin untuk mencegahnya.

4. Bila Depresi Pasca Melahirkan
• Diskusikan perasaan anda dengan mereka yang dekat dengan anda, minta dukungan mereka. Mereka mungkin dapat membantu merawat bayi anda ketika anda membutuhkan waktu untuk beristirahat atau untuk diri sendiri.
• Tetap jaga hubungan dengan keluarga dengan menghabiskan waktu bersama mereka.
• Bila mungkin, keluar ruangan untuk menghirup udara segar. Di lingkungan yang aman, bawa bayi anda berjalan-jalan. Ini akan memberikan manfaat bagi anda dan bayi.
• Bicaralah dengan ibu-ibu lain yang mungkin dapat memberikan nasihat dan mau berbagi pengalaman.
• Bicaralah dengan tenaga kesehatan yang dekat anda. Ia dapat membantu anda mencarikan perawatan yang paling tepat untuk situasi anda.
• Segera cari bantuan, apalagi bila terlintas dalam pikiran anda untuk melukai diri anda atau bayi.

Sumber: Diambil dari bagian program dan Informasi, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Hari Kesehatan Sedunia 2017.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567,SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan
Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH
NIP.196110201988031013

Bagikan.

Tentang Penulis

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik, pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga.

Tinggalkan Balasan