Etalase Faskes Yang Cantik, Bikin Negara Tetangga Melirik

0

Sambas, 27 Mei 2018

“Puskesmas ini kan berada di perbatasan antar negara, ya ini adalah etalase kita, jadi harus benar-benar disiapkan dan harus kita bikin bagus,” tegas Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno Sutarjo, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat untuk meninjau sejumlah Puskesmas yang langsung berdampingan dengan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, Minggu (27/5).

Beberapa Puskesmas yang dikunjungi oleh Untung antara lain Puskesmas Temajuk; Puskesmas Paloh; dan Puskesmas Sajingan. Ketiga Puskesmas tersebut sangat dekat dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia – Malaysia.

Kementerian Kesehatan RI saat ini memang sedang menggenjot pembangunan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Saat ini sudah sekitar 110 dari 124 Puskesmas di DTPK yang sudah selesai tahap pembangunannya dan mulai beroperasi, termasuk Puskesmas-Puskesmas di sekitar Sambas, Kalimantan Barat.

Melihat kondisi bangunan yang kokoh dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki, Untung sangat mengapresiasi dan yakin kalau Faskes di Indonesia khususnya di perbatasan dapat menjadi pilihan masyarakat dalam negeri untuk berobat di negaranya sendiri.

“Ini sudah kita bangun menjadi bagus, semoga ke depannya seluruh warga negara Indonesia atau bahkan warga negara tetangga seperti Malaysia, dapat berobat di sini, di Puskesmas-Puskesmas kita,” tambah Untung.

Terima Kasih Karena Sudah Diperhatikan

Dalam kunjungannya, Untung berdialog secara langsung dengan Sekretaris Desa Temajuk, Panriota (40). Panriota merasa bersyukur, pasalnya warga Desa Temajuk merasa sangat terbantu dengan adanya Puskesmas baru ini. Saat ini berbagai macam penyakit sudah bisa dirujuk ke Puskesmas ini.

“Banyak pasien-pasien kita yang tidak perlu lagi dirujuk ke kabupaten/kota, cukup tingkat kecamatan, karena semua sudah bisa diselesaikan di Puskesmas ini,” terang Panriota.

Menurut Panriota, semenjak Puskesmas Temajuk dibangun, masyarakat Desa Temajuk sudah sangat terbantu, tidak ada lagi kasus-kasus seperti saat sebelum Puskesmas ini berdiri. Dulu banyak kasus pasien yang meninggal di tengah jalan dulunya, namun saat ini sudah tidak ada lagi ungkapnya.

Ketika ditanya apakah masih ada warga yang berobat ke Malaysia, Panriota mengatakan tidak ada.

“Sudah tidak ada yang berobat ke Malaysia Pak, kami sudah sangat senang dengan adanya Puskesmas ini, 100% lebih kami terbantu,” tandas Panriota

Untung menyambut baik atas apa yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Temajuk. Untung berjanji akan terus meningkatkan fasilitas Puskesmas dan membenahi segala kekurangan yang mungkin masih ada.

Menutup kunjungannya, Untung berpesan agar apa yang sudah dibangun ini dapat dijaga dengan baik, agar dapat terus melayani masyarakat dengan optimal.

“Semua yang sudah dibangun ini saya minta agar dirawat dan dijaga, baik alatnya maupun bangunannya serta sarana dan prasarana penunjang lain,” pungkasnya.

Turut serta mendampingi dalam kunjungan, Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (HY)

Kepala Biro Komunikasi dan

Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan