Kemenkes Sesalkan Pencatutan Nama Menkes Di Iklan Pengobatan

55

Beredarnya iklan layanan pengobatan seorang dokter di Bandung via BBM, mailist, dan sosial media di dunia maya akhir-akhir ini, membuat resah berbagai kalangan.

Selain mencatut sejumlah nama tokoh masyarakat seperti Duta Besar Korea hingga Menteri Kesehatan, iklan pengobatan itu juga diragukan keabsahannya. Pasalnya, nomer ponsel yang dicantumkan, ketika dihubungi sehatnegeriku.com tidak aktif.

Dalam iklan itu disebutkan ada seorang dokter yang bisa menyembuhkan kanker bernama dr. Matius, beralamat di Jl. Sarimadu no 62 Bandung. Terlepas dari dokter itu bisa menyembuhkan kanker atau tidak, sejumlah nama dicatut untuk memberikan kesan bahwa dokter itu benar-benar ahli. Tak tanggung-tanggung, nama Dubes Korea disebut menjadi pasien tetapnya. Bahkan Menteri Kesehatan pun juga disebut pernah berobat ke dokter itu.

Menanggapi hal itu, Menkes menyesalkan pihak tidak bertanggung jawab yang telah mencatut namanya. Serta menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati mempercayai berita yang diragukan sumbernya. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengaku tidak mengenal dokter Matius, apalagi berobat padanya.

Hal ini disampaikan agar tidak ada kesalah-pahaman masyarakat umumnya dan kalangan dokter pada khususnya, bahwa Menteri Kesehatan bersedia menjadi ”model” iklan pengobatan oleh dokter ataupun rumah sakit tertentu. Ini sesuai dengan etika kedokteran yang mengatur seorang dokter tidak boleh memasang iklan dalam bentuk apapun.

Semakin terbukanya dunia komunikasi melalui sosial media, BBM, dan sebagainya, seringkali dimanfaatkan berbagai pihak tak bertanggung-jawab untuk menyebar berita tidak benar dan meresahkan. Termasuk iklan-iklan yang mencatut dan merugikan orang lain. Belum hilang berita kasus dokter Aisha yang dikabarkan ditembak di Somalia, yang ternyata juga tidak benar. Atau Imanda relawan asal Indonesia yang dikabarkan ditembak saat kerusuhan Kairo Mesir awal tahun ini. Akan lebih baik bagi kita untuk lebih jeli memilah dan memilih serta tidak mempercayai begitu saja berita yang tersebar, apalagi sumber pastinya tidak jelas.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

55 Komentar

  1. Susah dibedakan yang benar yang mana ?
    Menkes juga tidak mau menyebutkan susu mana yang nmengandung bakteri sacasaki .. Ini ada apa ? Bukankah menkes semestinya melindungi masyarakat ??

  2. Dear bu menkes ,
    Perlu ibu perhatikan juga bahwa center pengobatan kanker di Indonesia utk RS yang ada dibawah Kemenkes juga sangat memprihatinkan.. Dgn penduduk lebih dari 200jt orang hanya ada kuranglebih 15 center pengobatan kanker. Shg tdk mengherankan banyak orang yg mencari pengobatan alternatif agar dapat sembuh dari kanker. Jd mohon perhatiannya agar peralatan2 terapi kanker utk rs yg dbawah kemenkes lebih diperhatikan..

  3. maman abdurachman di

    Depkes harus segera menindak yang namanya dr. Matius yang telah melakukan kebohongan publik. Meskipun tlp gak nyambung, kan ada alamat jelas. Lalu mengumumkan ke publik kalau memang itu bohong.

  4. Sy pikir dr martius jg tdk bodoh ut mengiklankan diri, kalaupun rekayasa pasti lewat bbrp antek2nya sbg pasien ataupun lainnya, yang paling penting dari segi profesinalismenya bagaimana, hal tsb menjadi tugas depkes dan kepolisian ut mengecek sumber berita tsb. Yang jelas masyarakat pasti tidak bisa dibendung, demi menambah harapan hidup (sembuh), karena penyakit kanker juga bisa sembuh apabila keyakinan dirinya untuk sembuh semakin kuat dan pengobatan yang benar. bgmnpun kalau toch bohong akhirnya akan ditinggal pasiennya juga

  5. </