Kendalikan Kanker pada Anak

0

Jakarta, 15 Februari 2016 – Hari ini masyarakat internasional memperingati Hari Kanker Anak Sedunia. Setiap tanggal 15 Februari menjadi momen yang dapat mengingatkan masyarakat bahwa ancaman penyakit kanker, tidak hanya menjangkiti orang dewasa namun juga mengintai anak-anak. Berbeda dengan anak-anak lain yang aktif bermain dan belajar, pada anak-anak mengidap kanker aktivitas ini dapat berkurang karena harus ‘rajin’ terapi dan minum obat agar pertumbuhan sel kanker tidak menyebar ke organ tubuh lain.

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 (Riskesdas) menunjukkan prevalensi kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia dan kanker bola mata (Retinoblastoma).

“Lebih dari 50 persen kasus kanker pada anak yang datang ke fasilitas kesehatan, sudah dalam keadaan stadium lanjut. Minimnya pengetahuan orang tua tentang kanker, menjadi salah satu penyebab kanker yang diderita anak-anak dalam kondisi stadium lanjut. Padahal apabila dapat terdeteksi secara dini, kanker pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan dan terapi yang baik”, kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular dr. Lily S. Sulistyowati.

Kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Kanker pada anak berbeda dari kanker pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak sampai saat ini belum ada pencegahannya. Walaupun demikian, pola hidup dan makan-makanan yang sehat harus tetap diajarkan sejak kanak-kanak. Tujuannya agar anak dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul pada usia dewasa.

Hingga saat ini penyebab kanker pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, jikalau si kecil dicurigai terkena kanker, sebaiknya segera membawanya ke Puskesmas, RS atau fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi apakah gejala yang dijumpai tersebut benar kanker atau bukan.

Apa saja tanda dan gejala awal kanker pada anak?
• Pucat, memar/pendarahan dan nyeri tulang.
• Terlihat adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri dan tanpa demam. Atau adanya tanda-tanda infeksi lain.
• Penurunan berat badan atau demam tanpa sebab yang jelas, batuk yang menetap atau sesak napas dan berkeringat di malam hari.
• Perubahan-perubahan yang terjadi pada mata seperti terlihatnya manik putih, juling, hilangnya penglihatan dan memar/bengkak di sekitar mata.
• Perut yang membuncit.
• Sakit kepala yang menetap atau berat. Kemudian muntah, yang biasanya terjadi pada pagi hari atau dapat memburuk dari hari ke hari.
• Nyeri pada tangan, kaki atau tulang, sehingga mengalami pembengkakan tanpa riwayat trauma atau infeksi.

Upaya Kemenkes Dalam Pengendalian Kanker pada Anak

Program pengendalian kanker anak mulai dikembangkan dengan penyusunan buku pedoman penemuan dini kanker pada anak yang disusun bersama-sama dengan profesi kanker pada anak dan telah disosialisasikan di beberapa provinsi dengan memprioritaskan pada enam jenis kanker pada anak, yang meliputi: leukemia, retinoblastoma, neuroblastoma, limfoma, osteosarkoma, dan karsinoma nasofaring. Penentuan prioritas ini berdasarkan atas dua kriteria, yaitu tingginya angka penyakit (prevalensi) dan kemudahan pengenalan gejala dan tanda serta diagnosis.
Pada tahun berikutnya akan datang terus dikembangkan sehingga penemuan dini kanker pada anak bisa dilaksanakan di puskemas, dengan meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat dan kemampuan petugas kesehatan di Puskesmas dalam mengenali tanda dan gejala kanker pada anak, penemuan kanker yang lebih dini dapat meningkatkan angka keberhasilan pengobatan yang lebih efektif dan pembiayaan yang lebih murah melalui BPJS dan Kartu Indonesia Sehat.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) untuk mengurangi risiko atau kemungkinan terserang kanker. Perilaku yang perlu diterapkan antara lain melakukan aktivitas fisik secara benar, teratur dan terukur; makan makanan bergizi dengan pola seimbang, cukup buah dan sayur; serta mengelola stres dengan tepat dan benar.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021)52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Bagikan.

Tentang Penulis

Redaksi Sehat Negeriku

Tinggalkan Balasan