Kiat Lipat Barang Bawaan, Jemaah Haji Keluarkan “Jurus Pamungkas”

0

Madinah, 21 September 2017

Dini hari menjelang pagi, jemaah haji SUB 46, sibuk bongkar pasang koper dan tas untuk mengemas ulang barang bawaan. Suasana menjadi unik dan lucu, karena jemaah haji mengeluarkan segala jurus kreatifitasnya membawa barang bawaan dengan aneka cara, banhkan ada tasnya sampai jebol, tapi belum masuk semua barangnya.

Ada jemaah haji yang menggunakan banyak kalung. Selain kalung asli, mereka juga berkalung mukena, sajadah, surban, slayer, nama peserta dan botol minum, pokoknya lengkap.

Hari itu, 21 September 2017, 3 kloter jemah haji SUB 44, SUB 45 dan SUB 46 merupakan kepulangan jemaah haji pertama gelombang dua. Mereka berutut-turut yerbang kembali pulang ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Prince Amir Muhammad Bin Abdul Aziz Madinah.

Sebelum menuju ruang tunggu, jemaah haji sudah harus berada di Bandara kurang lebih 3 jam sebelum terbang. Hal ini untuk persiapan proses penyelesaian imigrasi. Ketiga kloter jemaah haji di atas pulang ke Tanah Air dengan menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabia Airline.

Pada saat diruang tunggu bandara, Dokter Kloter SUB 46 dr. Lia Fristka dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) mengingatkan jemaah haji untuk minum obat. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kesehatan jemaah haji selama penerbangan.

“Kami berbagi dengan teman perawat mendatangi satu persatu jemaah risti untuk mengingatkan jemaah minum obat. Sebab, jemaahnya banyak yang risti dan lansia, apalagi tak ada pendamping, mereka cenderung lupa”, ujarnya.

Dua hari sebelumnya, dirinya dan tim telah menuntaskan visitasi jemaah risti di pondokan dan melakukan stabilisasi kesehatan jemaah haji dengan memberi tindakan medis atau merujuk ke KKHI dan RSAS.

Kesempatan diruang tunggu ini, jemaah memanfaatkan kesempatan ini untuk mengatur ulang bawaan yang masih belum masuk kedalam tas coklat yang sudah ditetapkan.

Ada jemaah yang membongkar bawaan berupa 3 buah baju gamis, kemudian dipakainya. Setelah itu Ia balut dengan sarung, terakhir membungkus tubuhnya dengan jaket seragam haji. Jadi ada jemaah menggunakan pakaian 4 sd 5 lapis. Hal ini untuk mensiasati agar setiap jemaah hanya membawa 1 koper bagasi, 1tas tangan dan 1 tas dokumen dan pospor.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Oscar Primadi, MPH

Bagikan.

Tentang Penulis

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan komunikasi publik melalui media massa dan opini publik, pelayanan informasi publik serta hubungan antar lembaga.

Tinggalkan Balasan